Berita Tabalong
Warga Muara Uya Berharap kepada Pemerintah Daerah Supaya Sampah Pasar Diangkut
Pasar Muara Uya merupakan pusat jual beli di Kecamatan Muara Uya, Kabuapten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. Pasar ini buka setiap hari Minggu
Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Pasar Muara Uya merupakan pusat jual beli di Kecamatan Muara Uya, Kabuapten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan.
Pasar ini buka setiap hari Minggu, terdapat berbagai macam jenis pedagang.
Namun sayangnya, pengelolaan pasar masih perlu perbaikan.
Hal ini disampaikan Plt Camat Muara Uya, Abdul Wahid, Rabu (12/2/2020), dalam kegiatan Musrenbang yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Muara Uya.
Bangunan tambahan yang dibangun pedagang, tidak dibongkar setelah selesai berjualan.
Hal ini mengganggu pemandangan serta menjadikan pasar terlihat kumuh dan tidak tertib.
“Hal ini pernah disampaikan ke UPT Pasar Muara Uya, dan kami harap Pasar Muara Uya bisa dikelola dengan lebih baik,” ujarnya.
Pedagang juga telah beberapa kali diperingatkan untuk menyimpan sisa bangunan liar tersebut ditempat lain, dan membersihkan sisa berjualan agar pasar tidak terlihat kumuh.
• VIDEO Penampakan Mall Pelayanan Publik Tabalong, Megah dan Mewah Segera Berfungsi
• Hotel Rodhita Banjarbaru Tawarkan Paket Menarik pada Februari 2020
• Pelindo Terbuka Bagi Kapal Pesiar yang Sandar di Pelabuhan Trisakti Kalimantan Selatan
• Sebagian Sekolah di Batola Lambat Bikin Laporan Dana Bantuan Operasional Sekolah
• Tak Ada Orang, Gerobak Sampah Tiba-tiba Jalan Sendiri, Videonya Beredar Pihak RSUD Wonosari Sewot
• Lebih Mematikan dari Virus Corona, Penyakit Ini Muncul di Afrika, Korbannya Tewas Cuma dalam 48 Jam
Abdul Wahid mengatakan pengelolaan juga terkait kebersihan.
Dimana biasanya sampah dari pasar lambat diambil sehingga sampah yang sudah dikumpulkan pedagang bisa kembali bertebaran, baik karena adanya binatang atau saar hujan terbawa arus serta tertiup angin.
“Sampah yang menumpuk terlalu lama menghasilkan bau tidak sedap yang menyengat,” ujar Abdul Wahid.
Sampah akibat adanya pasar biasanya baru terangkut pada hari Selasa,dan ini juga diharapkan bisa menjadi perhatian pemerintahd daerah dalam pengangkutan sampah.
Abdul Wahid menambahkan pasar sebaiknya juga dibenahi dari pengelolaannya.
Agung, salah satu warga, mengatakan, sampah memang sering menumpuk di pinggir jalan dan bagian ujung pasar.
Saat hujan, sampah yang sudah terkumpul bisa berantakan dan menebar bau busuk.
“Kalau bisa setelah selesai pasar segera diangkut, pasar hanya sampai siang bisa diangkut sore atau senin pagi agar saat melintas tidak tercium bau yang kurang sedap akibat sampah,” ujarnya. (Banjaramsinpost.co.id/Reni Kurniawati)