Berita Banjarbaru

Bukan Daerah Tambang, Banjarmasin dan Banjarbaru Juga Kecipratan Hasil Batubara, Segini Jumlahnya

Bukan Daerah Tambang, Banjarmasin dan Banjarbaru Juga Kecipratan Hasil Batubara, Segini Jumlahnya

Bukan Daerah Tambang, Banjarmasin dan Banjarbaru Juga Kecipratan Hasil Batubara, Segini Jumlahnya
banjarmasinpost.co.id/ACM
Aktivitas ekspor batubara di Perairan Tabunio Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Daerah penghasil tambang, semisal Tanah Laut, Kabupaten Banjar, Tabalong, Kandangan, Tanahbumbu, Balangan dan Kotabaru tentunya sudah dipastikan mendapat dana bagi hasil kekayaan alam terkhusus mineral dan batubara.

Tetapi, siapa sangka sejauh daerah bukan penghasil batubara turut kecipratan hasil dana bagi hasil batubara.

Seperti Hulusungai Utara (HSU), Hulu sungai Tengah (HST), Barito Kuala (Batola), Kota Banjarbaru, dan Kota Banjarmasin.

Dalam satu tahunnya, contoh saja Banjarmasin mendapatkan dana bagi hasil. Di tahun 2019 kemarin mendapat Rp 200 miliar.

Ahok Mengaku Raup Rp 19 Miliar saat di Penjara, Terungkap Bisnis Suami Puput Nastiti di Sel Brimob

Reaksi Raul Lemos & Krisdayanti soal Kabar Syarat Cerai, Ipar Yuni Shara Beri Jawaban Ini

Keindahan Bukit Batu Aranio Kalimantan Selatan Makin Diminati Wisatawan

VIDEO Penampakan Kantor Balai Desa Anjir Serapat Muara 1, Mirip Istana Negara

"Ya, memang tahun 2019, Pemko Banjarmasin mendapatkan alokasi bagi hasil minerba kurang lebih Rp 200 miliar. Memang yang disalurkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih di bawah dari target alokasi. Namun kami bersyukur mendapatkan manfaat dari batu bara meskipun Banjarmasin tidak mempunyai cadangan batu bara," ujar Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin, Subhan Nor Yaumil, Senin (17/2/2020).

Lantas, seperti apa dana bagi hasil sektor mineral dan batubara (Minerba) untuk Pemprov Kalsel?

Berdasarkan identifikasi dan rekonsiliasi oleh pemerintah pusat pada 5 Februari 2020 tadi, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sumber daya alam (SDA) minerba sebesar Rp5.329.755.703.885.

Angka tersebut merupakan bagi hasil tahun 2019 yang akan disalurkan pada tahun 2020 secara berkala.

Jumlah itu terdiri dari royalti dan iuran tetap (landrent). PNBP royalti Rp5.299.345.139.545, dan iuran tetap Rp30.410.564.340.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel, Isharwanto, melalui Kabid Minerba, A. Gunawan Harjito, masih bersyukur karena sektor Sumber Daya Alam di Kalsel tetap berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved