Kampung Bunga Bumi Barakat
Tak Cuma Dijual Basah, Petani Bunga Banjar Sulap Jadi Produk ini
Usahatani bunga (melati, kenanga, mawar) di kampung bunga Kabupaten Banjar cukup menggiurkan.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Usahatani bunga (melati, kenanga, mawar) di kampung bunga Kabupaten Banjar cukup menggiurkan.
Dalam sehari ratusan ribu bahkan jutaan rupiah bisa didapatkan.
Hal itu dirasakan langsung oleh kalangan petani di beberapa desa di Kecamatan Karangintan dan Martapura yang memiliki kebun bunga melati.
Di antaranya seperti pengalaman Ahmadi atau yang akrab disapa Pak Andon.
Warga Desa Jingah Habangilir, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), ini menuturkan dirinya tiap sekali panen bisa dapat Rp 1,5 juta.
Tiap pagi ia memetik atau memanen bunga beraroma harum itu.
Luasan kebun bunga Pak Andon sekitar 2.800 meter persegi.
Total luasan kebun bunga melati di kampungnya saat ini lebih dari dua hektare.
Seluruhnya telah menghasilkan dan umumnya hampir tiap pagi dipanen oleh pemiliknya.
• Kampung Bunga Bumi Barakat, Aneka Bunga Tumbuh Subur di Desa Jingah Habangilir, Kabupaten Banjar
• Kebun Bunga Tersebar di Lima Desa di Dua Kecamatan Kabupaten Banjar ini
• Petani Bunga Lebih Dominan Kembangkan Bunga Melati dengan Alasan ini
• Kampung Bunga Kabupaten Banjar Mudah Dijangkau Ditopang Jalan Beraspal, Sempit Namun Mulus
• Ditanam Secara Turun Temurun Sejak Puluhan Tahun Silam, Permintaan Bunga Meningkat saat acara ini
• Legenda Nini Randa, Puteri Kerajaan yang Terusir Melingkupi Budidaya Bunga di Bumi Barakat
"Tiap pagi saya dapat sekitar 150 cup (gelas teh) bunga melati. Saat ini harga per gelasnya Rp 2.500-3.000 dan bisa sampai Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu kalau harga bunga melati lagi bagus," tutur Pak Andon, Kamis (20/2/2020).
Jadi, dapat dibayangkan jika petani memanen bunga melati sekitar 150 gelas tiap paginya dengan harga Rp 10 ribu per gelas, maka pendapatan petani setempat tiap pagi sekitar Rp 1,5 juta per hektare.
Itu artinya, per bulan mengantongi sekitar Rp 45 juta untuk luasan kebun 3.000 meter persegi.
Ia mengatakan membudidayakan tanaman bunga sangat menguntungkan, bisa dijadikan sandaran hidup untuk masa depan keluarga.
Dirinya sejak 2013 lalu bahkan telah all out menggeluti usahatani florikultura dan hasilnya menggiurkan.
Saat permintaan meningkat, dalam sehari Pak Andon pernah memanen sebanyak 600 gelas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/rose-water-ana-memperlihatkan-rose-water-yang-diproduksi-kelompok.jpg)