Berita HST
Pasar Keramat Barabai Semerawut, Begini Reaksi Komisi II DPRD HST
Pasar Keramat Barabai Semerawut, Begini Sikap Komisi II DPRD HST menindaklanjuti kondisi pasar.
Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pasar Keramat Barabai saat ini dalam kondiski semeraut. Misalnya saja pada hari biasa di pagi hari pedagang yang seharusnya berjualan di lapak yang disediakan malah memilih berjualan di badan Jalan Pasar Keramat.
Padahal jalan ini merupakan jalur yang dilalui masyarakat maupun pengunjung pasar.
Paling sering, pedagang buah yang berjualan hingga sore hari di badan Jalam Pasar Keramat. Sementara itu, pada pagi hari diisi oleh pedagang sayur.
Padahal, kawasan Pasar Keramat memiliki lokasi berdagang buah dan sayur di Pasar Agrobisnis Tradisional dan Moderen, Barabai.
Anggota Komisi II DPRD HST, Yazid Fahmi, mengatakan pihaknya melakukan pertemuan karena lokasi pasar yang tidak tertata.
• VIDEO Bupati Khalilurrahman Resmikan Bangunan Tahap Dua Pasar Kuliner Barokah Martapura
• VIDEO Terdampak Virus Corona, Pengusaha Sampit Terpaksa Jual Sarang Walet Dengan Harga Murah
• Arab Saudi Batalkan Visa Umrah dan Wisata Akibat Virus Corona, Hampir 7 Juta Peziarah Tiap Tahun
• Terdengar Rintihan Kesakitan, 2 Santri Terkapar di Area Sawah, 1 Tewas dan 1 Tubuhnya Penuh Lumpur
Ia menyadari pedagang perlu fasilitas sedangkan penataan masih belum dapat dilakukan sepenuhnya.
"Kami mendorong adanya penataan. Jangan sampai semerawut," katanya.
Contohnya di badan jalan. Yazid menyayangkan pedagang yang berjualan di badan jalan.
Menurutnya, pihaknya bukan tidak pro terhadap pedagang. Hanya saja, ia berharap ada penataan.
Apalagi, pasar tidak hanya kenyamanan bagi pedagang saja tetapi juga pembeli dan pengunjung.
Pedagang justru memilih berdagang di badan jalan. Sementara agrobisnis digunakan sebagai penempatan barang.
Ia juga memberikan solusi agar pedagang tidak berjualan di badan jalan yakni di halaman agrobisnis. Apalagi, agrobisnis saat ini sudah dipasang paving blok yang dapat digunakan sebagai lokasi penataan pedagang.
Ia juga menyayangkan kurangnya koordinasi antar SKPD terkait. Mengingat pedagang hanya taat saat dijaga oleh Satpol PP. Sedangkan tanpa penjagaan lokasi pasar akan kembali kacau.
"Kami berharap adanya progres penataan. Kami juga sudah berkali-kali memanggil namun tidak ada progres. Jangan sampai pekan depan dipanggil namun tak ada progres," cetusnya.
Menurutnya, Pemkab HST harus memikirkan lokasi berdagang yang nyaman bagi pedagang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pasar-keramat-barabai-semerawut-begini-reaksi-komisi-ii-dprd-hst.jpg)