Kreativitas Menghasilkan Dolar

Tas Rotan Olahan UMKM di Kalsel Diproduksi Bercitarasa Internasional, Rutin Dapat Pesanan dari Swiss

Tas Rotan Olahan UMKM di Kalsel Diproduksi Bercita Rasa Internasional, Rutin Dapat Pesanan dari Swiss

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinposttravel.com/mariana
Deretan tas berbahan rotan warna-warni disusun rapi di etalase Toko Borneo Braid. 

Selain menentukan model, Toko Folksday kerap meminta contoh pola atau model tas yang akan dibuat.

Model tas yang disetujui Folksday akan dibuat berdasarkan permintaan.

Kecenderungan pasar Eropa, menurut Lina, adalah tas rotan yang simpel, kuat, rapi, dan berkualitas tinggi.

Kegunaan tas rotan bisa untuk souvenir, sebagai tas travelling, hingga dipakai di acara semi formal.

Mengenai harganya tentu saja lebih mahal dibandingkan tas yang dipasarkan di dalam negeri.

Di dalam negeri, tas dihargai Rp 100 ribu-Rp 500 ribu.

Sedangkan di luar negeri dinilai berdasarkan dolar Amerika Serikat.

Selain tas berbahan rotan, Lina dan kawan-kawan juga tengah mengembangkan tas berbahan purun yang dikreasikan dalam berbagai motif.

“Sebelum ada hiasan berupa sulam pita, tas purun atau bakul dijual Rp 5 ribu-Rp 25 ribu. Begitu dikreasikan ternyata nilai jualnya meningkat. pernah jual Rp 150 ribu,” kata dia.

Selain model sulam pita, Lina dan rekan-rekan berencana mengembangkan motif lain yakni teknik rajutan yang saat ini kembali hits digunakan dalam produk pakaian.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved