Anyaman Berbahan Enceng Gondok di HSU
VIDEO Pengrajin di HSU Ini Buat Anyaman Bernilai Tinggi dan Unik dari Enceng Gondok
Pengrajin di HSU Ini Buat Anyaman Bernilai Tinggi dan Unik dari Enceng Gondok
Penulis: Dony Usman | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Produk kerajinan anyaman berbahan tumbuhan rawa cukup banyak dihasilkan pengrajin dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Hasil kerajinan tangan ini ada yang harganya murah, namun juga ada yang harga jualnya terbilang mahal dan dengan bentuk yang unik.
Seperti di Galeri Kembang Ilung milik Sopianor, di Desa Banyu Hirang, Kecamatan Amuntai Selatan, HSU, banyak barang mahal dan unik yang dihasilkan.
Salah satu contohnya, tas anyaman eceng gondok yang pernah dibuat pengrajin.
• Cegah Corona, Kadinkes Banjarmasin Machli Riyadi Imbau Masyarakat Budayakan Cuci Tangan Pakai Sabun
• VIDEO Stok Masker dan Hand Sanitizer Langka, Toko dan Apotek Batasi Penjualan ke Konsumen
• Sesal Judika Seusai Nyanyi Depan BCL yang Ditinggal Ashraf Sinclair, Efek Bunga Citra Lestari Nangis
• Pergoki Nikita Mirzani & Wijin Lakukan Ini, Gisella Anastasia Murka, Eks Gading Semprot Sohib Billy
"Ada tas berbahan eceng gondok yang harganya hampir satu juta," kata Sopianor.
Menurutnya, tas eceng gondok tersebut dibuat dengan anyaman yang sangat rumit dan juga dihiasi dengan batu akik.
Kemudian juga ada sandal hotel berbahan dasar eceng gondok yang pengerjaannya tidak begitu lama dan bisa selesai dalam satu hari.
"Sandal berbahan ilung (eceng gondok) itu harganya Rp 50 ribu," kata Sopianor.
Kemudian melalui kreativitasnya, Galeri Kembang Ilung milik Sopianor ini juga membuat produk berukuran besar, yakni mebel berupa satu set kursi tamu lengkap dengan mejanya.dengan bahan utama yang digunakan adalah eceng gondok yang sebelumnya menjalani proses penganyaman.
Harga jualnya cukup mahal, karena pernah laku dijual Rp. 12.500.000, saat pameran di Jakarta
Lalu juga ada barang berbahan eceng gondok yang juga tergolong unik dan menarik adalah kotak untuk pembungkus kain, tas jinjing kekinian berbahan eceng gondok dipadukan sulaman.
Serta sedotan dibuat dari batang tanaman rawa yang dipotong dengan ukuran sebagaimana panjang sedotan pada umumnya.
• Penampakan Fedwell, Restoran Milik Chef Renatta, Rekan Chef Juna & Arnold di MasterChef Indonesia
• Banyak Disinggahi Kapal Asing, Sekda Minta Warga Kotabaru Tetap Tenang Sikapi Virus Corona
• VIDEO Mantan Seketaris DPD KNPI Tanahlaut Dituntut 1 Tahun Enam Bulan Penjara
Kini sedotan yang dibuatnya sudah ada pemesan di Jakarta dan bahkan juga mendapat penawaran untuk bisa memasarkannya langsung ke Belanda.
Satu batang sedotan dijual dengan harga Rp.200, dengan satu batang purun bisa menjadi empat buah sedotan. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)