Berita Kalteng

Pemprov dan Dewan Bahas Pengembangan RS Doris Silvanus, Rumah Sakit Tipe A Perlu Rp 1, 4 Triliun

Pemprov dan Dewan Bahas Pengembangan RS Doris Silvanus, Rumah Sakit Tipe A Perlu Rp 1, 4 Triliun

Pemprov dan Dewan Bahas Pengembangan RS Doris Silvanus, Rumah Sakit Tipe A  Perlu Rp 1, 4 Triliun
banjarmasinpost.co.id/faturahman
Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangkaraya, yang saat ini baru tipe B akan dikembangkan menjadi Rumah Sakit Tipe A. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Rencana pembangunan rumah sakit Tipe A sebagai pengembangan Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangkaraya dengan menyediakan lahan lebih luas lagi di kawasan Jalan Tijilik Riwut Palangkaraya, secara serius dirundingkan DPRD Kalteng dan Pemprov Kalteng.

Keseriusan pengembangan pembangunan Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangkaraya yang saat ini Tipe B akan naik ke Tipe A tersebut mulai dibahas di lembaga DPRD Kalteng, antara komisi-komisi di dewan dengan instansi terkait di Pemerintah Provinsi Kalteng.

Anggota DPRD Kalteng, Kuwu Senilawati, Jumat (5/3/2020) mengungkapkan, pihaknya dengan jajaran instansi terkait di Pemprov Kalteng sudah melakukan pertemuan untuk mendengar secara langsung terkait rencana pembangunan rumah sakit Tipe A tersebut.

Meskipun sebut dia dalam pertemuan tersebut belum sampai pada menyetujuinya secara resmi, karena masih akan dilakukan pertemuan lagi untuk memantapkan rencana pembangunan tersebut dalam beberapa hari kedepan.

Menikmati Panorama Alam Gemuruh Arus Deras Sungai Kembang Kecamatan Aranio

Motif Pembunuhan Menantu di Batola Terungkap, Sang Mertua Ternyata Kesal Korban Ancam Bunuh Anaknya

Penampakan Embrio Calon Bayi Zaskia Sungkar & Irwansyah Bikin Sahabat Laudya Cynthia Bella Begini

Sindiran Citra Kirana ke Rezky Aditya Saat Perdana Lihat Calon Bayi di Depan Dokter Kehamilan

"Kami apresiasi rencana pembangunan itu, dan masih akan dimantapkan lagi kedepannya," ujarnya.

Diungkapkan, dia dana yang diperlukan untuk pengembangan RSUD Doris Sylvanus Tipe A tersebut mencapai Rp1,4 triliun lebih, namun merupakan dana dari pihak ketiga, yang pengembalian dengan cara dicicil, sedangkan jumlah kamar mencapai 400 kamar untuk pasien serta lahan yang disiapkan mencapai 50 hektare.

Sementara itu, rencana pengembangan rumah sakit Doris Sylvanus dari Tipe B ke Tipe A ,ini mendapat dukungan pihak Universitas Palangkaraya yang siap mendukung rencana pembangunan tersebut. "Itu ide yang baik, tentu kami sebagai lembaga perguruan tinggi akan menyiapkan SDM nya, karena sudah ada fakultas kedokteran di UPR ini," ujarnya. 

Sudah Disetujui Pemerintah Pusat

Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran, menegaskan, rencana pembangunan rumah sakit Tipe A sebagai pengembangan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus Palangkaraya, yang saat ini baru tipe B, sudah disetujui oleh Pemerintah Pusat.

Rencana pembangunan rumah sakit tipe A tersebut juga sudah dibahas bersama Bappenas di Jakarta belum lama tadi yang dihadiri langsung oleh Gubernur Kalteng di Jakarta, untuk memaparkan program pembangunan di Kalimantan Tengah.

Menurut Gubernur Sugianto, diperlukan dana hingga mencapai Rp 1 triliun lebih dalam pengembagan Rumah Sakit Doris Sylvanus dari awalnya Tipe B naik menjadi Tipe A tersebut dananya kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

"Dalam membangunnya memerlukan dana Rp1 triliun lebih dengan cara di cicil," ujarnya.

Massa yang Beringas Bakar Kantor Bupati Waropen, Polisi Lepaskan Tembakan, Terungkap Ini Penyebabnya

VIDEO Melihat Semangat Murid SD Kecil Sisirin, Babinsa Halong Rencanakan Gelar Program Mengajar

Aplikasi Siharat Polres Banjarbaru Kini Berevolusi, Tampilan Lebih Menarik dan Ada Fitur Titik Api

Rencana pembangunan rumah sakit Tipe A tersebut akan mulai dijalankan dalam tahun 2020 ini dan diharapkan dalam dua tahun setelah itu atau tahun 2022 pembanggunanya sudah selesai dan bisa dioperasionalkan untuk melayani masyarakat Kalteng maupun luar Kalteng.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul, mengungkapkan, rumah sakit tipe a yang akan dibangun akan lebih spesifik pelayananya, sehingga SDM dan peralatannya pun akan lebih memadai sehingga diharapkan untuk pasien yang ingin berobat tidak perlu keluar Kalteng. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved