Berita Banjar

Sebagian Alat Berat di Workshop PUPR Banjar Keropos, Begini Penampakannya

Alat berat di workshop Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar di Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, sebagian mulai keropos

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Idda Royani
RUSAK - Inilah sebagian alat berat di workshop PUPR di Indrasari yang rusak berat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Alat berat di workshop Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar di Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, sebagian mulai keropos dan karatan.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, Jumat (6/3/2020) siang, cukup banyak alat berat yang berada di workshop yang berada di kawasan Jalan PU atau di belakang kantor Dinas Sosial (Dinsos) Banjar tersebut.

Di antaranya ekskavator, trailler dan lainnya. Namun beberapa unit di antaranya mulai korosis (karatan). Bahkan ada yang rusak parah dan bahkan tak utuh lagi kondisinya.

Bangunan workshop juga tak mampu menampung seluruh peralatan yang ada. Sebagian terparkir di luar sehingga tiap saat tersengat panas matahari dan terhunjam air hujan.

Rossa Tiba-tiba Saja Deg-degan Merasakan Hal Baru dalam Hidupnya, Garap Masih (Cinta) Terbaik

Penampakan Embrio Calon Bayi Zaskia Sungkar & Irwansyah Bikin Sahabat Laudya Cynthia Bella Begini

Yuk Berkunjung ke Sungai Kembang Aranio, Dijamin Fasilitas Lengkap dan Nyaman

Kaluarga Kaget, Pengantin Laki-laki Ternyata Wanita, Merasa Tertipu Penghulu Syok Setelah Ijab Kabul

Mengenai hal itu, Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Banjar Ahmad Solhan menerangkan sebagian alat berat di workshop tersebut memang telah berusia lanjut. Karena itu sebagian mengalami kerusakan.

"Alat berat yang ada di workshop itu sebagian besar limpahan dari PD Aneka Usaha, belasan tahun silam. Ya wajar kan kalau ada yang rusak karena usia produktif alat berat kan hanya sekitar tujuh tahun," sebutnya.

Alat berat terbaru yang dimiliki pengadaan tahun 2011 lalu. "Ada empat unit yang saat itu menyedot anggaran daerah sebesar Rp 11 miliar," jelasnya.

Meski begitu selama ini pihaknya terus berupaya untuk melakukan perbaikan semampu yang dapat dilakukan. Pasalnya tenaga mekanik pun cuma satu orang dan dibantu satu orang operator yang juga memiliki kemampuan memperbaiki peralatan berat.

Keinginan mengganti dengan yang baru, sebut Solhan, juga ada. Namun kemampuan keuangan daerah belum memungkinkan untuk mengakomodasi hal tersebut. Apalagi harga alat berat saat ini makin mahal.

"Tapi secara umum alat berat yang ada saat ini masih bisa mengakomodasi pekerjaan infrasrtktur di daerah ini. Meski tidak maksimal karena kadang memang mengalami kerusakan dan perbaikannya memerlukan waktu," jelasnya.

Secara rinci, pejabat eseon III di Bumi Barakat ini mengaku tak ingat secara detail. "Datanya ada pada staf. Nanti saya informasikan ulang," tandasnya.

Ada Apa? Kok Arab Saudi Tuduh Iran yang Bertanggung Jawab Atas Merebaknya Virus Corona di Dunia

Polres HSS Ciduk Zaenab di Warung Ketupat Kandangan, Bawa Sabu 15,64 Gram dan 4,5 Butir Ekstasi

Lebih lanjut mengenai keberadaan bangunan workshop, Solhan mengakui memang kurang luas karena lahan yang tersedia juga terbatas. Itu sebabnya tak semua alat berat dapat dimasukkan ke dalam bangunan.

Workshop tersebut memang diapit sejumlah kantor. Di sebelah kiri gedung arsip, di bagian belakang ada gedung rumah Kemasan Banjar. Di depannya ada gudang dan kantor Dinsos Banjar. (banjarmasinpost.co.id/idd royani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved