Berita Jakarta

RESMI! Kemenhub Naikkan Tarif Ojek Online, Segini Besaran dan Lokasinya

RESMI! Kemenhub Naikkan Tarif Ojek Online, Segini Besaran dan Lokasinya

KOMPAS.com/RAJA UMAR
Ratusan driver yang tergabung dalam Komunitas Driver Ojol Aceh (DOA) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRA dan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/9/2019). Aksi tersebut digelar dalam rangka memprotes kebijakan pemotongan bonus driver ojek online 50 persen dari sebelumnya oleh PT Gojek Indonesia, serta meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk ikut memperjuangkan bonus tetap Rp 80 ribu per hari seperti sebelumnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya mengumumkan penyesuaian tarif untuk ojek online (ojol) khusus untuk Zona II atau wilayah Jabodetabek. Keputusan ini diambil setelah adanya permintaan dari para ojek daring beberapa waktu lalu.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, kenaikan tarif yang diberikan Kemenhub atas dasar diskusi dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), serta hasil survei kemampuan membayar responden di Jabodetabek.

"Dari hasil diskusi dan survei, paling banyak untuk tarif batas bawah setuju di angka Rp 200 per kilometer tapi diolah lagi oleh Litbang kami menjadi Rp 225 per kilometer lalu dibulatkan oleh pak menteri menjadi Rp 250 per kilometer," ucap Budi saat konferensi pers di kantor Kemenhub, Selasa (10/3/2020).

Dikeroyok 10 Mahasiswa, Sudah Tumbang Anak Wakil Ketua DPRD Tasikmalaya Tetap Ditendang Ramai-ramai

Raja & Ratu Belanda Letakkan Karangan Bunga di TMP Kalibata, Kalteng Kehilangan Prajurit Terbaiknya

Harga Emas Dunia Sempat Sentuh Level Tertinggi Sejak 2012, Meskipun di Pasar Spot Turun

VIRAL Seorang Siswi Diikat & Ditelentangkan di Lantai Lalu Dilecehkan, 5 Siswa Ini Malah Kegirangan

Sementara untuk tarif batas atas, dari hasil permodel dan survei yang telah dilakukan seperti tarif batas bawah, kenaikannya mencapai Rp 150 per kilometer. Sedangkan untuk jasa minimal menjadi Rp 9.000 batas bawah hingga Rp 10.500.


Para pengemudi ojek online melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2020). Dalam aksi unjuk rasa ini mereka menuntut untuk melegalkan ojek online sebagai moda angkutan khusus terbatas.(KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTO)

Dengan hasil ini maka kenaikan tarif ojek daring di wilayah Jabodetabek akan menjadi Rp 2.250 per kilometer untuk batas bawah. Sedangkan tarif batas atas dari semula Rp 2.500 menjadi Rp 2.650.

"Penyesuaian tarif ini akan berlaku mulai 16 Maret 2020, setelah pihak aplikator menyesuaikan algoritme masing-masing tarif sambil kami menyusun kembali surat keputusan menteri," ucap Budi.

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, agara para aplikator untuk meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan bagi konsumen pengguna jasa online-nya.


Ratusan driver yang tergabung dalam Komunitas Driver Ojol Aceh (DOA) melakukan aksi demonstrasi ke Kantor DPRA dan Kantor Gubernur Aceh, Selasa (3/9/2019). Aksi tersebut digelar dalam rangka memprotes kebijakan pemotongan bonus driver ojek online 50 persen dari sebelumnya oleh PT Gojek Indonesia, serta meminta Pemerintah Aceh dan DPRA untuk ikut memperjuangkan bonus tetap Rp 80 ribu per hari seperti sebelumnya.(KOMPAS.com/RAJA UMAR)

"Dengna adanya kenaikan tarif ini, kami juga menyoroti agar aplikator meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi penumpang, mulai dari fasilitas seperti masker tolong diadakan lagi. Selain itu, dalam berkecimpung di dunia transportasi, aplikator juga harus memberikan jaminan asuransi untuk driver dan penumpangnya," kata Tulus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Resmi, Tarif Ojek Online di Jabodetabek Naik",

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved