Berita Banjarmasin
VIDEO Wabah Corona Merebak, Ini Agenda Program Taman Budaya Kalsel yang Terpaksa Ditunda
Agenda atau program kegiatan berbentuk pergelaran dan sebagainya di lingkungan Taman Budaya Kalsel pun juga distop untuk sementara.
Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Provinsi Kalsel telah mengeluarkan himbauan agar aktivitas mengundang orang banyak atau keramaian untuk ditiadakan sekitar dua pekan demi mengantisipasi mewabahnya Covid-19.
Terkait hal ini, beberapa agenda atau program kegiatan berbentuk pergelaran dan sebagainya di lingkungan Taman Budaya Kalsel pun juga distop untuk sementara.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Taman Budaya Kalsel, Suharyanti saat ditemui banjarmasinpost.co.id pada Selasa (17/3/2020) sore
"Dari Pemerintah Provinsi sudah ada himbauan. Jadi beberapa program kegiatan di Taman Budaya Kalsel pun sementara kami pending," ujar Suharyanti.
• Kondisi 5 Pasien Terduga Suspect Covid-19 di RSUD Ulin Banjarmasin Terus Membaik
• Meski Mahal, Antrean Pembeli Masker dan Cairan Antiseptik di Banjarmasin Tetap Mengular
• Jadwal Liga Champions yang Live SCTV Kena Imbas Virus Corona, Format Baru Saat Wabah Covid-19
• Virus Corona Merebak, Permintaan Sarang Burung Walet di Kalteng Melonjak, 1 Kg Capai Rp 11 Juta
Suharyanti pun membeberkan beberapa kegiatan yang dipastikan mengalami penundaan tersebut, yakni program Mamanda Keliling.
Program Mamanda Keliling ini sudah berlangsung sekitar dua pekan, dan masih menyisakan dua agenda yakni pada Sabtu (21/4/2020) di Sungai Andai dan Sabtu (28/3/2020) di Daerah Sungai Jingah.
"Mamanda Keliling masih ada dua kegiatan lagi sebenarnya yaitu 21 dan 28 April ini. Tapi kami pending sementara ini," katanya.
• Tempat Wisata di Tanahlaut Tidak Tutup Walau Corona Merebak, Warga Diminta Jaga Jarak
• Wisata Laburan di Kabupaten Tabalong Resmi Dibuka, Ini Tarif dan Wahananya
Tidak hanya Mamanda Keliling, Suharyanti pun menambahkan bahwa program lainnya yakni pergelaran Bapandung pada 4 April mendatang dan juga pergelaran Hari Tari Sedunia pada 11-12 April juga akan ditunda.
"Pergelaran Bapandung dan Hari Tari Sedunia juga kemungkinan akan dipending. Semoga saja dalam waktu dekat keadaan sudah membaik dan wabah corona berakhir sehingga program kegiatan bisa berjalan normal lagi," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)