Berita Banjar

Bupati Khalilurrahman Gelar Doa Burdah, Sembilan Warga Banjar Berstatus ODP Covid-19

Cegah penyebaran virus corona, Bupati Banjar H Khalilurrahman memimpin doa burdah meminta perlindungan kepada Allah dari Covid-19

Tayang:
Penulis: Nia Kurniawan | Editor: Hari Widodo
istimewa/mc pemkab banjar
Bupati Banjar KH Khalilurrahman memimpin Doa Burdah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten Banjar gelar Doa Burdah sebagai salah stau upaya pencegahan penularan Corona Virus Disease (Covid-19). Perlu diketahui, ada sembilan warga berstatus Orang Dalam Pengawasan(ODP).

Bertempat di Aula Barakat, Kantor Bupati Banjar, Martapura, Jumat (20/3/2020) memimpin acara Doa Burdah dihadiri Bupati Banjar H Khalilurrahman beserta Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar HM Hilman dan Satuan Kerja Perangkat Daerah lingkup Kabupaten Banjar.

Sebagaimana Surat Edaran Bupati Banjar tentang Himbauan Upaya Pencegahan Penularan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Banjar, selain imbauan secara jasmani, Pemerintah Kabupaten Banjar juga mengimbau melaksanakan kegiatan rohani, salah satu diantaranya yakni dengan menggelar Doa Burdah guna memohon kepada Allah SWT agar terhindar dari musibah khususnya wabah virus Corona.

Bupati Banjar H Khalilurrahman mengatakan tujuan dilaksanakan Doa Burdah adalah untuk meminta kepada Allah SWT agar Daerah Kabupaten Banjar terlepas dari musibah wabah virus Corona dan penyakit mematikan lainnya.

Jalur Masuk Kalteng Diperketat Cegah Covid-19, Penumpang Kapal Laut Diperiksa Suhu Badan

Viral Okum Anggota DPRD Blora Marah & Tolak saat Diperiksa Kesehatan Cegah Penyebaran Virus Corona

Satgas Covid-19 Semprot Rumah Bupati Tapin, Antisipasi Virus Corona

Antisipasi Penyebaran Corona, Suhu Tubuh Pembuat SIM di Polres Banjarbaru Diperiksa

"Segala wabah penyakit atas kehendak Allah. Oleh karena itu, kita memohon perlindungan kepada Allah SWT agar kita diselamatkan terhindar dari wabah virus Corona dan hal terpenting agar masyarakat untuk lebih meningkatkan keyakinan keimanan bahwa segala sesuatu datangnya dari Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya jua," ungkapnya

Dia juga menambahkan doa juga diiringi dengan ikhtiar, yang mana melalui Surat Edaran Bupati Banjar tentang Corona bahwa masyarakat dihimbau untuk meningkatkan dan melaksanakan pola hidup bersih dan sehat.

"Menunda untuk melakukan perjalanan pada tempat publik dengan pertimbangan untuk mencegah atau terhindar dari penularan penyakit khususnya infeksi virus Corona," katanya.

Dia meminta agar masyarakat tidak panik dan tidak takut secara berlebihan, namun tetap waspada.

Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid 19 Kabupaten Banjar mencatat ada sembilam warga di Kabupaten Banjar berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid 19 Kabupaten Banjar, yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Dr Diauddin.

“Hingga kini ada Sembilan orang yang tercatat dalam pengawasan (ODP) oleh gugus tugas. Dari kesembilan ODP tersebut diantaranya ada seseorang yang riwayatnya sehabis bepergian ke daerah terpapar, namun gejalanya hanya batuk-batuk dan demam tidak sesak nafas, jadi kita masih belum bisa menyimpulkan," katanya.

Diauddin juga memastikan bahwa hingga hari ini tidak ada warga Kalimantan Selatan termasuk Kabupaten Banjar yang positif terserang Covid-19.

Blender 7 Ons Sabu, AKBP Budi Sebut Tak Beri Ruang Sekecil Apapun ke Pengedar

Ucapan Raffi Ahmad Bikin Syahnaz Tersinggung, Terjadi Saat Suami Nagita Slavina Gendong Zayn

Suami Zaskia Sungkar, Irwansyah Akan Diperiksa Polisi Pekan Depan, Soal Laporan Dugaan Penipuan

Saat ditemui di Aula Barakat kantor Bupati Banjar.l, ditegaskannya beberapa isu yang menyatakan bahwa di Kabupaten Banjar sudah ada pasien terserang Covid-19 itu dipastikan bahwa sampai sekarang tidak ada.

Lanjut Diauddin Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid 19 Kabupaten Banjar kini terus melakukan pemantauan terhadap Sembilan ODP tersebut sampai masa Inkubasi selesai.

“Mereka yang dalam pemantauan tersebut belum menunjukkan gejala, namun terus kami pantau sampai masa inkubasi 14 hari selesai,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved