Berita Internasional

Fakta Tak Terduga Tingkat Kematian di Wuhan China Imbas Virus Corona, Bandingkan dengan Indonesia!

Sebuah fakta tak terduga soal tingkat kematian di Kota Wuhan, China akibat Virus Corona atau Covid-19 diungkap. Lalu di Indonesia?

AFP/Hector Retamal
Petugas medis mengenakan pakaian pelindung untuk melindungi dari virus Corona saat melintas di samping pasien di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan, China pada 23 Januari 2020 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebuah fakta tak terduga soal tingkat kematian di Kota Wuhan, China akibat Virus Corona atau Covid-19 diungkap. Angkanya jauh lebih rendah dari Indonesia!

Baru-baru ini, sebuah studi baru yang dipubliaksikan dalam jurnal Nature Medicine mengungkapkan sesuatu yang mengejutkan soal angka kematian di Kota Wuhan akibat Covid-19.

Dilansir dari Live Science, Jumat (20/3/2020); tingkat kematian akibat Virus Corona di Kota Wuhan, China, tempat infeksi ini pertama kali ditemukan, ternyata hanya 1,4 persen.

Angka ini jauh lebih rendah dari angka kematian akibat virus corona di seluruh dunia yang menurut WHO adalah 3,4 persen. Apalagi bila dibandingkan dengan tingkat kematian di Indonesia (8 persen per tanggal 19 Maret 2020) dan Italia (8,34 persen per tanggal 19 Maret 2020).

Dampak Virus Corona (Covid-19), KPU Umumkan Penundaan Pilkada 2020 Hari Ini

Ustadz Abdul Somad: Masjid Ditutup, Kenapa Airport Tidak? UAS Sentil Penanganan Virus Corona

Seberapa Ampuh Avigan & Cloroquine Obati Pasien Virus Corona? Cek 7 Fakta Obat Andalan Jokowi Itu

Syahnaz Sampai Istigfar, Pertanyaan Raffi Ahmad Saat Gendong Zayn Bikin Ipar Nagita Slavina Kesal

Anang & Ashanty Sterilkan Tamu di Rumahnya, Ayah Aurel Hermansyah Wajibkan Ini demi Cegah Corona

Angka 1,4 persen ini dihitung berdasarkan data yang tersedia hingga 29 Februari 2020.

Pada saat itu, Wuhan telah memiliki 48.557 kasus infeksi dan 2.169 kematian akibat SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.

Perlu dicatat, angka kasus dan kematian akibat penyakit ini di Wuhan sudah lebih banyak dari tanggal 29 Februari 2020. Namun,kemarin China juga melaporkan tidak adanya kasus virus corona lokal baru yang menunjukkan bahwa epidemik Covid-19 di negara itu sudah terkontrol.

Sementara itu, risiko gejala akibat infeksi Covid-19 di Wuhan juga meningkat dengan bertamabhnya usia. Ini cocok dengan tren dunia.

Untuk usia 30-60 tahun, para ahli menemukan bahwa risiko munculnya gejala akibat infeksi naik 4 persen setiap satu tahun bertambahnya usia.

Risiko kematian setelah munculnya gejala pada orang-orang yang berusia 59 tahun ke atas juga ditemukan 5,1 kali lipat besar dibanding orang-orang berusia 30-59 tahun.

Halaman
1234
Editor: Murhan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved