Berita Ekonomi

Terdampak Corona, Garuda Indonesia Terancam Gagal Bayar Utang dan Lakukan Ini

PT Garuda Indonesia turut terdampak akibat pandemi virus corona yang kini sudah menyebar di lebih 100 negara di dunia.

Terdampak Corona, Garuda Indonesia Terancam Gagal Bayar Utang dan Lakukan Ini
Doumen humas Kementerian Pariwisata
Pesawat Garuda Indonesia. Pandemi virus corona telah memukul pasar penerbangan Garuda Indonesia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - PT Garuda Indonesia turut terdampak akibat pandemi virus corona yang kini sudah menyebar di lebih 100 negara di dunia.

Kini perusahaan penerbangan milik pemerintah tersebut terancam gagal bayar. Karena itu, kini PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dikabarkan tengah negosiasi dengan beberapa bank untuk refinancing atas utang senilai US$ 500 juta.

Utang tersebut akan jatuh tempo pada 3 Juni 2020. Pembicaraan tersebut mengarah agar maskapai penerbangan Indonesia ini tidak gagal bayar. 

Chief Executive Officer Garuda Indonesia Irfan Setiaputra kepada Bloomberg mengakui, ada tantangan besar yang tengah dihadapi maskapai penerbangan ini akibat virus corona.

Mantan Penyanyi Cilik Tegar Septian Menikah di Usia 18 Tahun, Ini Sosok sang Istri Sarah Sheila

Dampak Virus Corona (Covid-19), KPU Umumkan Penundaan Pilkada 2020 Hari Ini

Lagi, Agnez Mo dan Raphael Maitimo Nonton Berdua, Spekulasi Eks Pemain Persib Bandung Pacaran Muncul

Pengakuan Cita Citata Ditawari Mobil Harga Rp 5 Miliar untuk Lakukan Ini, Respon Kekasih Roy Geurts?

Perusahaan ini terdampak buruk karena sejumlah perjalanan dibatasi. Tak hanya itu, pandemi virus corona telah memukul pasar penerbangan internasional milik Garuda Indonesia.

Salah satunya adalah pembatasan masuk dari Arab Saudi. Padahal Garuda biasanya menerbangkan lebih dari setengah juta jamaah untuk umrah ke Mekah dan Madinah setiap tahun.

Tak hanya itu, Garuda juga telah memangkas jumlah penerbangan ke Singapura menjadi tiga per hari dari sebelumnya 10 kali per hari. 

"Pasti tidak mungkin bagi kami default dalam notes ini," kata Irfan dalam sebuah wawancara di Bloomberg. 

Karena itu, Irfan bilang tengah berdiskusi dengan beberapa bank di luar Indonesia dan beberapa bank pemerintah.

"Kemajuan diskusi cukup positif dan kamu menyelesaikan term sheet dengan mereka. Kami berharap bisa melakukan refinancing daripada restrukturisasi utang," kata dia. 

Bloomberg mencatat, utang Garuda telah mencetak rekor terendah 49,67 sen dollar. 

Jenazah Korban Virus Corona Dipakaikan Masker! Cara Pemakaman Pasien Covid-19 di Italia & Irlandia

Cegah Corona, Pemko Banjarmasin Imbau 90 Tempat Keramaian Tutup, Satpol Temukan 1 Karaoke Tetap Buka

GAWAT!, 896 Orang di Kalbar Terindikasi Suspect Virus Corona Covid-19, Ini Data Sebarannya

Pada tahun ini, Irfan mengatakan, akan membatalkan pesanan yang tersisa dari 49 jet Boeing Co 737 Max yang telah ditunda selama setahun karena dua kecelakaan yang mematikan.

Dia mengatakan, perusahaan ini ke depan akan fokus pada armadanya terutama pada pesawat yang diproduksi oleh Boeing dan Airbus SE.Dia menambahkan, 18 pesawat Bombardier Inc CRJ1000 mungkin akan dipindahkan. 

 Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Gara-Corona, Garuda Indonesia (GIAA) refinancing utang dan pangkas penerbangan

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved