Berita Jakarta

Tak Kirim Foto Meteran ke WA, Tagihan Listrik April Dihitung Rata-Rata Pemakaian 3 Bulan Terakhir

Tak Kirim Foto Meteran ke WA, Tagihan Listrik April Dihitung Rata-Rata Pemakaian 3 Bulan Terakhir

Tak Kirim Foto Meteran ke WA, Tagihan Listrik April Dihitung Rata-Rata Pemakaian 3 Bulan Terakhir
Shuterstock
Ilustrasi meteran listrik. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Untuk mengetahui tagihan listrik yang perlu dibayarkan konsumen di tengah pelaksanaan social distancing virus corona saat ini, PT PLN (Persero) lakukan hal baru.

PT PLN melalui Unit Induk Distribusi Jakarta Raya tetap meminta pelanggan untuk mengirimkan Identitas (Id) pelanggan dan foto angka yang terdapat pada kWh meter melalui e-mail maupun aplikasi WhatsApp.

Manager Komunikasi PLN UID Jakarta Raya Dita Artsana mengatakan, apabila pelanggan tidak mengirimkan foto meteran, maka nantinya biaya tagihan listrik April 2020 akan dihitung dengan biaya penggunaan rata-rata selama 3 bulan terakhir.

"Jakarta masih (perlu mengirimkan foto meteran). Kalau enggak kirim dirata-rata 3 bulan," kata Dita kepada Kompas.com, Jumat (27/3/2020).

Pemain Persib Bandung Positif Virus Corona, Tim Dokter Jelaskan Kondisi Terkininya

Buruh Siap Beraksi dan Gelar Demo Jika Ada Pengusaha Tak Bayar THR dengan Alasan Wabah Covid-19

Anugerah bagi Driver Ojol Ditengah Wabah Virus Corona, Sepi Order Tapi Makan Gratis Tetap Ada

HEBOH! Beredar Video Tim Medis China Tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Imigrasi: dalam Rangka Evakuasi

Wali Kota Airin Merasa Dibayang-bayangi Covid-19 Setelah Diapit Bupati & Wali Kota Positif Corona

Sekema pemberian tagihan dengan konsumsi rata-rata sejak Desember 2019 hingga Februari 2020 memang sudah diumumkan oleh PLN kemarin, Rabu (25/3/2020).

Dita menjelaskan, apabila nantinya tagihan rata-rata tidak sesuai dengan tagihan sebenernya, maka akan ada koreksi yang dilakukan pada bulan berikutnya.

"Kalau lebih kurangnya bisa dikoreksi bulan depannya," katanya.

Lebih lanjut, bagi konsumen yang ingin mengetahui data historis biaya tagihan listrik selama 3 bulan terakhir dapat mengakses aplikasi PLN Mobile.

Sebelumnya, PLN telah menerapkan kebijakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama 3 bulan terakhir untuk pembayaran rekening April 2020 bagi pelanggan paska-bayar.

Senior Executive Vice President (SEVP) Dept. Bisnis & Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo Wicaksono mengatakan, kebijakan ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran wabah virus corona, sehingga pencatatan dan pemeriksaan stand meter pelanggan ditangguhkan sementara waktu.

"Artinya, untuk pembayaran rekening bulan april, perhitungannya menggunakan data dari historis rata-rata pemakaian kWh pada bulan Desember, Januari dan Februari," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (26/3/2020).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tak Kirim Foto Meteran, Tagihan Listrik April Dihitung Rata-Rata Pemakaian 3 Bulan Terakhir",

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved