Wabah Corona di Kalsel

UPDATE Corona di Kalsel, Covid-19 Picu Meningginya Konsumsi Jahe, Segini Harganya di Pasar Martapura

Wabah Corona di Kalsel, Covid-19 Pacu Meningginya Konsumsi Jahe, Segini Harganya di Pasar Martapura

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
NOVE ARISANDI UNTUK BPOST GROUP
Suasana aktivitas jual beli empon-emponan di Pasar Martapura, kemarin. Harga jahe kian mahal. -- 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Harga jahe merah terus menanjak di pasaran, termasuk di Pasar Bauntung Batuah, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Per kilogramnya saat ini telah menembus Rp 100 ribu di pasar Kota Martapura.

Padahal harga normal atau sebelum merebaknya wabah virus corona (covid-19) hanya sekirar Rp 40 ribu.

"Mahal banget memang harga jahe sekarang ini. Itu pun belum tentu dapat barangnya. Bahkan permen jahe pun sudah langka," ucap Rubiah, warga Martapura, Sabtu (28/3/2020).

Masa Infeksi Maksimum Virus Corona Dibocorkan Detri Warmanto, Mantu Tjahjo Kumolo Beri Peringatan

Tujuh Dokter Meninggal Dunia karena Virus Corona di Indonesia, 1 dari RS Hasan Sadikin Bandung

Dian Sastrowardoyo Ajak Najwa Shihab Perangi Corona, Ini Deretan Sneakers Kesayangan yang Dilelang

Via Vallen Rasakan Tubuhnya Seperti Dibanting ke Lantai, Pedangdut Ini Khawatir Terinfeksi Covid-19

Sosok Pria Adik Ipar Syahrini Bukan Orang Sembarangan, Ternyata Sama Seperti Reino Barack

Pengunjung pasar Martapura lainnya, Hj Sarpiah dan Ahmad Gusnadi, pun mengaku galau.

"Ini sih harganya hampir sama dengan beli daging sapi satu kilo," tandas Gusnadi.

Meski begitu, keduanya mengaku terpaksa membeli jahe karena menjadi kebutuhan yang mendesak.

"Mau bagaimana lagi, namanya untuk ketahanan tubuh," ucap Hj Sarpiah.

Sementara itu penuturan sejumlah pedagang empon-emponan di Pasar Martapura, pasokan dari pengumpul memang mulai terbatas.

Harganya juga mahal.

"Baru kali ini harganya melambung tinggi seperti ini. Harganya terus naik sejak beberapa pekan ini," ucap Idah, pedagang di Pasar Martapura.

Idah adalah salah satu pedagang empon-emponan atau tanaman biofarmaka seperti jahe, kunyit, temulawak, lengkuas, kencur, dan serai.

Cukup lama ia berjualan bahan bumbu masak ini.

Perempuan setengah baya ini menuturkan saat ini stok jahe merah pun tak banyak.

Kadang ia cuma punya stok kurang dari sepuluh kilogram.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved