Wabah Corona di Kalsel
Aisyiyah Kalsel Bagikan Sembako dan Masker di Banjarmasin
Sebanyak 500 masker dan 115 paket sembako diberikan kepada Warga terdampak virus corona atau Covid-19 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Penulis: Jumadi | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Melalui aksi infak 10.000, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Selatan ( Kalsel ) melakukan aksi sosial di tengah merebaknya virus corona atau Covid-19, Sabtu (4/4/2020).
Mereka membagikan sembako dan masker kepada warga di sejumlah kawasan di Kota Banjarmasin.
Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalsel, Dr Hj Yulia Qamariyanti, Sabtu (4.4.2020), melalui rilisnya antara lain mengatakan, pihaknya sangat peduli dengan masyarakat yang terdampak pandemik.
Sehingga secara bersama-sama dengan pengurus dan anggota Wilayah Aisyiyah Kalsel bergerak, dengan berkeliling membagikan sembako dan masker.
Dikatakannya, ada beberapa titik lokasi sembako dan masker yang dibagikan, di jalan Simpang Anem, jalan Belitung, Jalan S Parman, warga di berbagai gang di Jalan Kampung Melayu, Jalan Nagasari serta kawasan Jalan Cempaka Banjarmasin.
Untuk tahap pertama, pimpinan wilayah ini membagikan 500 lembar masker dan 115 paket sembako.
• Rabbiansyah Berikan Bantuan Fasilitas Cuci Tangan dan Disinfektan
• HMC Banjarmasin Beri Donasi ke Pekerja Jalanan untuk Cegah Covid-19
• Cegah Tenaga Medis Terpapar Corona, HDCI Kalsel Serahkan Bantuan APD
• VIDEO Gapkindo Kalselteng dan PSMTI Kalsel Beri Bantuan Perangi Corona
• Simpati untuk Paramedis Banjar Cegah Corona Terus Mengalir, Ini Bantuan Terkini
• Masyarakat Gang 5 Sejati Veteran Banjarmasin Terima Bantuan Alat Penyemprot Disinfektan
Tahap kedua nanti, membagikan 100 Alat Pelindung Diri atau APD.
Dalam kesempatan itu Pengurus dan Anggota Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalsel langsung bertemu dengan salah satu warga yang bernama Eny.
Perempuan paro baya tersebut, sebelum wabah virus corona atau Covid -19, sehari-hari menjual nasi bungkus berkeliling pakai gerobak bersama Bambang suaminya.
Namun sejak terjadi wabah, nasi kuning yang dijual tidak laku lagi sehingga tidak lagi jualan nasi.
Karena tak jualan dan tak ada masukan, maka suami istei ini bersama anaknya hanya makan nasi yang dibikin bubur, lalu bubur itu diberi bumbu penyedap instan. (Banjarmasinpost.co.di/jumadi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/warga-banjarmasin-menerima-paket-sembako-dan-masker-dari-pimpinan-wilayah-aisyiyah-kalsel.jpg)