Wabah Virus Corona
Bill Gates Prediksi Amerika Benar-benar Lepas dari Virus Corona Tahun Depan
Begitu juga jumlah yang meninggal dunia di Amerika ada 12.857 dan meningkat dari hari sebelumnya sebanyak 1.914 pasien.
Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Hingga Rabu (8/4/2020) di Amerika Serikat ada 400.549 orang terinfeksi virus corona jumlah itu bertambah 32.899 dari hari sebelumnya.
Begitu juga jumlah yang meninggal dunia di Amerika ada 12.857 dan meningkat dari hari sebelumnya sebanyak 1.914 pasien.
Melihat begitu banyaknya korban akibat covid-19, pendiri Microsoft, Bill Gates, memprediksi Amerika Serikat baru akan terbebas sepenuhnya dari bayang-bayang virus corona (Covid-19) pada tahun depan, 2021.
Menurutnya, hal tersebut diakibatkan proses penemuan dan penyebaran vaksin Covid-19 secepat-cepatnya membutuhkan waktu lebih dari satu tahun.
"Vaksin sangatlah penting, karena sebelum Anda memiliki vaksin, maka semuanya belum akan kembali normal," ujarnya, dikutip dari CNBC, Kamis (9/4/2020).
• Terhalang Virus Corona, Melly Goeslaw Hanya Doakan Glenn Fredly dari Jauh
• Rapid Test Massal di Zona Merah, Siapa Tahu Banyak yang Terpapar Virus Corona
• Hari Ini Glenn Fredly Dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Keluarga Minta Tak Perlu Melayat
Baca juga: Cegah Penyebaran Virus Corona, Bill Gates Meminta Ini kepada Negara Maju
Orang paling kaya nomor dua dunia tersebut mengakui, social distancing berperan dalam menekan angka pasien positif Covid-19.
Namun, apabila ingin benar-benar terbebas dari Covid-19, maka diperlukan metode 'contact tracing' yang lebih maksimal dengan menggunakan vaksin.
Pendiri Microsoft itu juga menyarankan pemerintah AS untuk meniru China yang sudah mulai bangkit dari terpaan virus corona, selama 6 hingga 12 bulan ke depan.
"Mereka (China) mulai memperbolehkan masyarakat bekerja, namun tetap mengenakan masker. Mengecek suhu tubuh. Mereka tidak menggelar kegiatan besar-besaran. Sehingga mereka mampu mencegah wabah virus corona kembali muncul," tuturnya.
Lebih lanjut, suami dari Melinda Gates itu merekomendasikan agar perkumpulan kembali diperbolehkan, tergantung dari usia.
"Sehingga kelas dengan 30 orang muda di dalamnya mungkin baik-baik saja," katanya.
Kendati demikian, ia menekankan agar pelaksanaan kegiatan dengan perkumpulan massa yang besar tetap tidak diberlakukan selama vaksin belum ditemukan.
Corona secara global
Data Worldmeters menunjukkan, kasus terbanyak tercatat ada di AS, Spanyol, Italia, Perancis, dan Jerman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bill-gates-membuat-daftar-5-buku-terbaik-yang-ia-baca-selama-2016.jpg)