Wabah Corona di Kalsel

Hasil Rapid Test Covid-19 di Kalsel, 51 Orang Positif, Ini Penjelasannya

Terkait upaya pencegahan Covid-19, di Kalimantan Selatan sudah dilakukan rapid test terhadap 967 orang.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Rahmadhani
HUMAS PEMPROV KALSEL UNTUK BPOST GROUP
Juru bicara GTPPP Covid-19 Kalsel, HM Muslim 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Terkait upaya pencegahan Covid-19, di Kalimantan Selatan sudah dilakukan rapid test terhadap 967 orang.

"Itu termasuk tracking dari ODP, tracking PDP, tracking petugas medis dan kontak erat dengan positif," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, HM Muslim Jumat (10/4/2020).

Hasilnya diketahui ada sebanyak 51 orang menunjukkan reaktif atau positif dan 916 orang menunjukkan non reaktif atau negatif.

Bagi yang hasilnya reaktif akan ditindaklanjuti dengan isolasi mandiri atau di rumah sakit rujukan.

Benarkah 32 Ribu Orang di Jakarta Terinfeksi Virus Corona? Peneliti SimcovID Ungkap Rinciannya

Update : Satu Satpam Masjid di Kabupaten Banjar Positif Virus Corona

Ini Obat Virus Corona yang Dipakai untuk Pasien Sembuh di Kalsel

“Bagi yang memiliki gejala klinis tertentu akan dilanjutkan dengan tes konfirmasi berupa tes PCR untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat,” terang Muslim.

"Pelaksanaan rapid tes dalam rangka tata kelola percepatan pencegahan covid 19 sekaligus pemetaan langkah – langkah yang perlu dilakukan," tandas Muslim.

Data sebaran kasus Covid-19 di Provinsi Kalsel, Jumat (10/4/2020)
Data sebaran kasus Covid-19 di Provinsi Kalsel, Jumat (10/4/2020) (Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalsel)

Prediksi Puncak Pandemi Virus Corona di Kalsel

Pasien positif Covid-19 di Kalimantan Selatan terus meningkat dari hari ke hari.

Peningkatan pasien positif Virus Corona ini setidaknya terlihat dari data yang terus diupdate Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel setiap harinya.

Lantas kapan puncak pandemi Covid-19 di Kalimantan Selatan?

Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kalsel, Jumat (10/4/2020) mengemukakan bahwa berdasarkan analisa para ahli puncak pandemi wabah corona sangat bergantung dengan kondisi dan situasi masyarakat di wilayah bersangkutan.

“Belum ada yang memastikan. Namun semua bergantung kepedulian masyarakat, apabila masyarakat peduli dan patuh akan imbauan yang telah disampaikan pemerintah agar menghindari kerumunan, jaga jarak, cuci tangan sesering mungkin dan tetap di rumah kecuali ada keperluan mendesak,” ungkap HM Muslim Jumat (10/4)

Dirinya yakin apabila masyarakat mematuhi imbauan-imbauan pencegahan Covid-19, maka tidak akan terjadi hal yang lebih buruk.

Namun apabila masyarakat tidak peduli dengan pencegahan wabah covid 19 seperti masih ada kerumunan dan sering keluar rumah, maka potensi-potensi buruk seperti terjadinya puncak pandemik corona bisa saja terjadi.

“ Karena itu, mari bersama memutus mata rantai penularan, bantuan masyarakat untuk patuh terhadap anjuran pemerintah sangat penting dalam percepatan penanganan penyebaran covid 19,” harapnya.

(banjarmasinpost.co.id/ nurholis huda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved