Wabah Virus Corona

Begini Prediksi Tren Liburan Setelah Badai Virus Corona Berlalu

Dampak yang terjadi di sektor pariwisata karena adanya pembatasan perjalanan, sehingga banyak wisatawan

shutterstock.com/Nopphone_1987
Ilustrasi wisatawan Indonesia. Begini tren wisata di Indonesia setelah wabah virus corona menghilang. 

Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA – Badai Virus Corona menerpa Indonesia, semua lini kehidupan di negeri ini termasuk pariwisata ikut terpuruk.

Dampak yang terjadi di sektor pariwisata karena adanya pembatasan perjalanan, sehingga banyak wisatawan membatalkan perjalanan ke lokasi-lokasi wisata di Indonesia.

Oleh karena itu, periode ini dianggap harus jadi momen untuk mempersiapkan gelombang wisatawan yang akan datang setelah pandemi corona berakhir.

"Setelah semua berakhir, turis akan jalan-jalan lagi. Balas dendam setelah berbulan-bulan di rumah atau istilahnya revenge tourism," Founder dan Chairman MarkPlus Tourism, Hermawan Kartajaya.

Siap-siap Ada Duit Rp 3,55 Juta di Rekening Kamu, Begini Cara dapatkan Kartu Prakerja

Mau Tahu Mobil Bekas yang Jarang Laku padahal Kwalitas dan Mereknya Mendunia?

Mau Imun di Tubuh Kamu Makin Oke? Konsumsi Sayur dan Buah Kaya Vitamin C Ini

UPDATE Corona di Kalsel 11 April 2020: Jumlah PDP Meningkat, Segini Jumlah versi GTPPP

Pada saat itulah pelaku pariwisata harus memanfaatkannya. Persiapan itu harus dilakukan dari sekarang,” lanjutnya dalam sesi webinar bertajuk Covid-19 Crisis in Tourism: Threat and Opportunity yang digelar oleh MarkPlus Tourism pada Senin (6/4/2020).

Hermawan mengungkapkan, pada masa pandemi ini, ada dua hal yang bisa terjadi. Momen ini bisa menjadi tantangan, namun bisa juga kesempatan.

Menurutnya, pelaku pariwisata harus memanfaatkan ini menjadi kesempatan untuk membangun kekuatan.

"Ada dua hal, surviving dan preparing. Saya menyebut Wei Ji. Wei, dangerous lalu Ji, opportunity," kata Hermawan.

"Kalau dangerous makin berat, opportunity makin banyak. Ini bukan the end, tapi beginning of new Asia,: lanjutnya.


Ilustrasi wisatawan yang berkunjung ke Pulau Komodo menggunakan kartu anggota tahunan seharga Rp 14 juta per tahun(SHUTTERSTOCK/MO WU)

Tren liburan setelah pandemi corona

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved