Kartu Prakerja
Ada Ibu Berniat Jual Ginjal, Ketua DPRD Sarankan Daftar Kartu Prakerja, Ini Cara Daftarnya
Heboh ibu dua anak yang akan jual ginjal, Ketua DPRD sarankan untuk daftar Kartu Prakerja. Simak Cara Daftar Kartu Prakerja dan Syarat Kartu Prakerja.
Editor: Rendy Nicko
BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang ibu dua anak mendatangi DPRD Salatiga dan berniat jual ginjal seharga Rp 20 Juta. Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit MP kemudian memberi solusi agar si ibu mendaftar Kartu Prakerja.
Diketahui, Cara Daftar Kartu Prakerja yang dibuka oleh pemerintah mulai, Sabtu (11/4/2020) bisa dilakukan secara online di laman resmi www.prakerja.go.id.
Selain memberi solusi dengan Cara Daftar Kartu Prakerja untuk dapat bantuan dari pemerintah, Ketua DPRD Salatiga Dance Ishak Palit MP juga mencoba menghubungi koperasi tempat ibu dua anak tersebut meminjam uang hingga berniat untuk jual ginjal.
Jika ibu yang berniat menjual ginjal tersebut berhasil akses www.prakerja.go.id dan mengisi form Cara Daftar Kartu Prakerja dan Syarat Kartu Prakerja, maka perlu diketahui bahwa peserta yang terdaftar akan menerima bantuan uang sebesar Rp 3.550.000 untuk biaya pelatihan dan insentif.
• LINK www.prakerja.go.id, Tips Sukses Daftar dan Pastikan Syarat Kartu Prakerja Ini
• Ini Cara Mudah Dapat Paket Internet Murah Telkomsel dan Kuota Gratis Axis, Indosat dan XL
Banjarmasinpost mengutip dari kompas.com, ada seorang perempuan mendatangi kantor DPRD Kota Salatiga, Senin (13/4/2020).
Perempuan berinisial MP, warga Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga tersebut mengadu sedang terbelit utang dan berniat menjual ginjalnya.
Di hadapan Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, MP mengaku memiliki utang sebesar Rp 20 juta.
"Yang membuat kalut, jika besok Selasa (14/4/2020) utang di koperasi tidak dilunasi, rumah yang menjadi jaminan akan disita," ujar MP.
Dikatakan, awalnya dia utang di koperasi tersebut sebesar Rp 16 juta. Saat ini utangnya tersisa Rp 4,9 juta.
"Dengan utang yang ada di RT dan PKK, total utangnya mencapai Rp 20 juta," ucapnya.
Dia mengaku sudah putus asa dan buntu dalam mencari solusi masalah yang membelitnya.
"Saya sungguh sudah putus asa, sudah kebingungan mau gimana lagi. Apalagi waktu pelunasannya hanya tinggal besok, jika tidak rumah orangtua saya akan disita," kata MP.
MP mulai terbelit utang saat dia menjadi reseller salah satu produk. Dia mengalami kerugian karena ditipu pelanggannya.
"Untuk menutup kerugian, saya mulai berutang," ucapnya.
Ibu dua anak ini sudah mencari bantuan ke keluarga dan suaminya. Namun karena sedang ada masalah rumah tangga, dia harus menanggung utangnya sendirian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/batu-ginjal_20160720_223504.jpg)