Wabah Corona di Kalsel
Wabah Covid-19 Belum Mereda, Banjar Tiadakan Pasar Ramadan dan Kegiatan ini
Masih mewabahnya covid-19, Pemkab Banjar pada tahun ini tidak melaksanakan Pasar Ramadan, kegiatan lainnya pun seperti lomba bedug tidak digelar
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Banyak hal yang berubah drastis lantaran terdampak mewabahnya virus corona atau covid-19.
Bahkan pasar ramadan yang selama ini menjadi ikon Kalimantan Selatan (Kalsel) temasuk di Kabupaten Banjar, juga terpaksa ditiadakan.
"Mengingat situasi saat ini yang masih mewabahnya covid-19, Pemkab Banjar pada tahun ini tidak melaksanakan Pasar Ramadan," ucap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banjar Haris Rifani, Selasa (14/4/2020).
Pejabat eselon II di Bumi Barakat ini beragam kegiatan lainnya yang selama ini digelar selama bulan suci Ramadan juga ditiadakan.
• Live IG Glenn Fredly Beberapa Hari Sebelum Meninggal Viral, Wajah Pucat Bahas Gewa
• Ada Ibu Berniat Jual Ginjal, Ketua DPRD Sarankan Daftar Kartu Prakerja, Ini Cara Daftarnya
• Awal Puasa 1 Ramadhan 1441 H Ditentukan pada 23 April 2020, Sidang Isbat Disiarkan via Streaming
Contohnya lomba bedug, pawai obor dan lainnya.
Pasalnya seluruh kegiatan tersebut melibatkan banyak orang.
Padahal saat ini semua pihak mesti melakukan social/physical distance sebagai bagian dari upaya cegah tangkal penularan virus ganas tersebut.
Biasanya, sebut Rifani didampingi Sekretaris Disbudpar Banjar Aidi Hikmatullah, beberapa pekan sebelum tibanya bulan suci Ramadan beberapa kegiatan mulai dilaksanakan.
"Seperti Lomba Bedug kalau pada kondisi normal saat ini sudah mulai berlangsung," sebutnya.
Selama ini tiap Ramadan Pemkab Banjar melalui Disbudpar menggelar Pasar Ramadan di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zalecha, Martapura.
Tahun lalu, puluhan stand didirikan di tepi Jalan Kenanga (samping kiri RTH) dan Jalan Sukaramai di belakang RTH.
Bagaimana dengan pasar ramadan mandiri yang dimungkinkan dilakukan warga? "Kalau hal ini bukan ranah kami. Tapi mungkin nanti tinggal pengaturannya saja supaya juga meminimalkan kerumunan karena susah juga kalau melarang warga berjualan mencari nafkah," ucap Haris.
Mengenai hal itu, lanjutnya, pihaknya akan membicarakan dengan institusi terkait antara lain dengan Satuan Polisi Pamong Praja.
"Sosialisasi juga perlu segera dilakukan agar masyarakat yang mungkin nanti akan berjualan kue atau makanan berbuka dapat mengatur sebaik mungkin sehingga tidak menimbulkan berkerumunnya orang banyak," tandasnya.
Beberapa warga Martapura berharap Pemkab Banjar memberi kelonggaran terhadap warga berjualan kue/makanan selama Ramadan tahun ini.
"Ya kan memang keberadaan pedagang makanan dan kue selama Ramadan dibutuhkan warga untuk menu berbuka puasa. Saya yakin pastilah pedagangnya bisa mengatur supaya tak banyak kerumunan," ucap Syahrani, warga Martapura.
(banjarmasinpost.co.id/roy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/suasana-pasar-ramadan-di-kawa-b-banjar-meniadakan-pasar-ramadan.jpg)