Wabah Corona di Kalsel
Sebut 12 Orang Cluster Gowa Belum Dirapid Test, Sukamta Perintahkan Ini
Bupati Tanahlaut H Sukamta memerintahkan untuk melakukan rapid test kepada 12 orang cluster Gowa di Tala
Penulis: Milna Sari | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Hingga saat ini masih ada tersisa 12 orang Kluster Gowa di Tanahlaut yang belum menjalani rapid test oleh Gugus tugas Covid 19 di Tanahlaut.
Terkait itu, Bupati Tanahlaut H Sukamta memerintahkan untuk secepatnya melaksanakan rapid test kepada 12 orang cluster gGowa tersebut.
Bupati Tanahlaut sekaligus ketua Gugus tugas, H Sukamta mengatakan, warga Tanahlaut yang berangkat jumlahnya ada 83 orang.
Sebanyak 62 orang jamaah sudah pulang pada 22 Maret lalu dan sudah selesai masa isolasi mandiri pada 5 April lalu.
• Update Corona Kalsel : Dua Pasien Positif yang Meninggal adalah Warga Banjarmasin
• Polres Tanahlaut Bagikan 150 Sembako dan 2.800 Masker
• Petugas SPBU Pun Dapat Pelatihan Bikin Masker dari Polres Tanahlaut
"Mereka yang 22 orang itu sudah selesai isolasi mandiri di rumah masing-masing dan tidak ada yang bergejala, termasuk keluarganya," sebutnya usai ditemui di eks gedung RSHB Rabu (15/4/2020).
Sementara sembilan orang yang pulang belakangan juga sudah dirapid test dan mendapatkan beberapa orang yang reaktif rapid test.
Tersisa, 12 orang lagi kluster Gowa yang hingga kini belum dirapid test.
"Sudah saya minta agar kejar yang 12 orang ini dan tidak bisa tidak mau untuk dirapid test ini adalah perintah undang-undang dan kita akan menggunakan kewenangan kita untuk memaksa karena ini demi melindungi nyawa rakyat Tanahlaut," jelasnya.
Sukamta memperkirakan dengan gencarnya mengejar kluster Gowa untuk di rapid test bisa saja akan menambah jumlah ODP reaktif rapid test yang akan dikarantina.
"Kita sudah menerima tadi bantuan dari Relawan Tanahlaut Tanggap Covid 19 berupa kelengkapan ruangan untuk karantina, terimakasih sekali," sebutnya.
Menurutnya, kapasitas ruangan untuk karantina ODP reaktif rapid test di eks gedung RSHB sendiri tambah Sukamta ada 50 kamar.
Selain untuk ruangan karantina ODP reaktif rapid test, rencananya gedung eks RSHB juga bakal digunakan untuk ruang isolasi bagi PDP Covid 19.
Pasalnya RSHB sendiri menjadi rujukan penanganan Covid 19 di daerah pesisir yakni Tanahlaut sendiri, Tanahbumbu dan Kotabaru.
Terkait pemanfaatan RSHB untuk karantina terang Sukamta akan segera dilakukan setelah hasil Swab ODP reaktif rapid test telah keluar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bantal-dan-kasur-di-rshb-yang-diberikan-relawan-covid-19.jpg)