Superball

Italia Lockdown, Begini Cerita Anak, Menantu dan cucu Djanur di Negeri Pizza

Menggilanya Covid-19 di Italia membuat Djanuar Khawatir. Tidak heran, karena anak, menantu dan cucunya tinggal di negeri Pizza tersebut

Penulis: Khairil Rahim | Editor: Hari Widodo
istimewa
Putri, menantu dan cucu Pelatih Barito Putra Djanur yakni Ina, Eri dan Romeo di Italia saat belum pendemi Corona. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menggilanya penyebaran Covid 19 (Corona) di Italia membuat pemerintah negara setempat menerapkan lockdown.

Status itu diputuskan pemerintah Italia demi mencegah penyebaran virus corona.

Italia bahkan menjadi negara Eropa pertama yang memberlakukan lockdown secara nasional.

Tentu saja ini menjadi lockdown terbesar dalam sejarah Eropa. Lebih mengejutkannya lagi, semua terjadi dalam kurun waktu kurang dari 30 hari.

Djanur dan Frans Sinatra Ultah, Ini Harapan Saat Terjadi Wabah Corona

Pulang Kampung ke Bandung, Djanur Pun Jaga Kondisi dengan Gowes Setiap Pagi

Jadwal Liga Italia Belum Jelas Imbas Corona, Bos Serie A : Juventus Akan Tolak Scudetto

Walau jauh dari Indonesia namun pelatih Barito Putera Djadjang Nurdjaman tetap khawatir terhadap kondisi yang terjadi di negara yang terkenal dengan mode dan sepak bolanya.

Wajar mantan pelatih Persib Bandung dan Persebaya Surabaya ini ikut terus memantau perkembangan kondisi corona di Italia selain di tanah Air.

Sebab putri dan suami serta cucunya saat ini tinggal di Italia.

Anak sulung Djanur sapaan Djadjang, Marlina Nurdjaman atau disapa Ina menikah dengan Eriberto Cordioli (Eri).

Sementara cucu Djanur bernama Romeo Raja Cordioli yang baru berumur 20 bulan.

Djanur menerangkan Ina dan Romeo berada di Italia karena sang ayah, Eri punya pabrik body truck bernama perusahaan Marcior.

"Tapi selama corona ini karyawannya sudah mulai di rumah kan," kata Djanur sedih.

Djanur menambahkan keluarga tercintanya di Italia menilai lockdown tak lantas membuat lingkungannya suram.

Meski jalan-jalan sepi dan tak ada aktivitas masyarakat, namun mereka tetap melihat optimisme.

"Tadinya cukup mengkhawatirkan karena kami tahu Italia lebih dulu terkena wabah virus corona dan lebih parah, tapi alhamdulillah anak saya dan keluarganya baik-baik di sana," ujar pelatih berusia 61 tahun ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved