Berita Banjarmasin
Stok Gula Kosong, Bulog Kalsel Bilang dalam Proses Pengiriman
Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Kalimantan Selatan berupaya untuk memenuhi permintaan masyarakat atas keperluan bahan pokok.
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menghitung hari memasuki bulan Ramadan, keperluan bahan pokok, beras, minyak, terigu dan gula pasir, merupakan yang paling dicari masyarakat.
Atas kondisi yang demikian , Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Kalimantan Selatan ( Kalsel ) terus berupaya untuk memenuhi permintaan masyarakat.
Kepala Perum Bulog, Arif Mando, Kamis (16/4/2020), mengatakan, pihaknya terus berusaha menjelang Ramadhan ini untuk menyediakan stok gula, beras, terigu, minyak goreng dan lainnya.
Ia mengungkapkan, sampai hari ini stok beras di pergudangan Bulog Kalsel mencukupi sampai lima bulan ke depan, begitu juga untuk terigu dan minyak goreng.
"Stok beras di gudang sampai hari ini masih 15.000 ton, terigu 17.000 ton dan minyak goreng 23.000 ton. Jadi, saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir karena stok ini diperkirakan cukup sampai bulan ramadhan bahkan lebih," rinci dia kepada Banjarmasinpost.co.id.
Kemudian, Arif juga mengatakan, Bulog menjamin ketersediaan bahan pokok lainnya, yaitu daging sapi beku, yang diperkirakan sekitar 9.000 kilogram.
• VIDEO Masuk Masa Panen, Bulog Kalsel Jamin Stok Beras dan Bahan Pokok Tercukupi hingga 5 Bulan
• Bulog Kalsel Masih Simpan 17 Ribu Ton Beras untuk Persiapan Lebaran dan Puasa 2020
• Bulog Kalsel Naikkan target Serapan Gabah dan Beras 2019, Begini Harga GKG dan GKP
• Kadivre Bulog Kalsel Tegaskan Kalsel Bukan Tujuan Impor Beras, Petani Diimbau Tak Khawatir
Mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok terutama beras, Arif selalu berupaya mengadakan operasi pasar untuk memastikan harga bahan pokok tidak mengalami lonjakan.
Ia mengakui, pasokan gula memang masih kosong, sehingga mengakibatkan harga gula melonjak naik di pasaran hingga 14.500 di daerah-daerah tertentu.
"Operasi pasar tetap kami lakukan menjelang bulan puasa agar harga bahan pokok tidak melonjak naik. Sedangkan untuk gula masih dalam proses pengiriman. Kami sudah mengajukan 3.000 ton dan prosesnya lama akibat pengiriman serentak di seluruh provinsi di Indonesia," tambahnya.
Menurutya, apabila 3.000 ton gula sudah ada, maka Bulog Kalsel akan kembali melakukan operasi pasar atau pasar murah untuk menstabilkan harga gula menjadi Rp12.500 per kilogram. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/gudang-beras-bulog-kalimantan-selatan-kalsel.jpg)