Berita Banjarbaru

Ada Larangan Mudik, Pekerja Pasar Bauntung Tak Bisa Berlebaran Dikampung

Para pekerja pembangunan Pasar Bauntung Kota Banjarbaru dipastkan tidak bisa berlebaran di kampung halaman menyusul adanya larangan mudik

Penulis: Aprianto | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Pengerjaan Pasar Bauntung Banjarbaru di kawasan Jalan Ro Ulin, Loktabat Selatan, Kota Banjarbaru masih telah mencapai 31,3 persen. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU-Para pekerja pembangunan Pasar Bauntung Kota Banjarbaru yang sebagian besar berasal dari luar Kalsel dipastikan bakal tidak bisa mudik dan berlebaran bersama keluarga di kampung halaman.

Larangan mudik selama pandemi covid-19 ini membuat para pekerja ini bakal tidak bisa pulang kampung alias mudik.

Eko Hari Junanda, selaku Kordinator keselamatan proyek Pasar Bauntung Kota Banjarbaru mengatakan pihaknya juga sudah mendapatkan surat dari atasnya terkait dengan imbauan untuk tidak mudik.

"Kami juga sudah menerima surat imbauan untuk tidak mudik. Sehingga kami akan mematuhinya," katanya, Rabu, (22/4/2020).

Beda Mudik dan Pulang Kampung, Kata Viral dari Presiden Jokowi di Acara Mata Najwa Shihab

Ini Hukuman Jika Nekat Mudik Lebaran 2020, Kemenhub Gunakan Dasar UU Kekarantinaan Kesehatan

Masih Ingin Mudik? Begini Fakta-fakta Larangan Mudik Diterapkan 24 April 2020

Dengan kata lain, para pekerja yang berjumlah 120 orang bakal tidak mudik saat libur lebaran nanti.

"Kalau memang tidak memaksa untuk mudik, kami juga tidak mendapatkan tiket gratis. Sehingga kami akan memilih mematuhi imbauan dari pemerintah," ujarnya.

Progres 31,3 Persen

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru, Abdussamad mengatakan untuk progres pembangunan pasar Bauntung hingga Rabu, (22/4) sudah mencapai 31,3 persen.

"Pekerjaan sampai saat ini tetap berjalan dengan lancar meski dalam kondisi pandemi covid-19, para pekerja juga tetap dipantau dari segi kesehatannya," ujarnya.

Selama pandemi covid-19 ini, ditegaskanya setiap para pekerja wajib dilakukan cek suhu tubuh sebelum melakukan pekerjaan. Pihaknya juga bekerjasama dengan puskesmas Banjarbaru Selatan.

"Jadi setiap pagi dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Bila ada ditemukan pekerja yang kurang sehat langsung dilarang bekerja dan dilakukan perawatan. Selain itu, para pekerja sudah diingatkan agar melapor bisa kondisi badan kurang sehat," ujarnya.

Disebutkannya para pekerja memang ada yang dari luar Kalsel, namun mereka sudah bekerja sebelum pandemi covid-19 terjadi di Indonesia.

Untuk pengerjaan pasar bauntung, disebutkannya tetap berlanjut meski pandemi covid-19. Mengingat anggaran dan proses pengerjaan pasar bauntung sudah dimulai sebelum pandemi covid-19.

Sekadar diketahui, tanggal kontrak pengerjaan pasar bauntung ini sudah dimulai sejak 6 Desember 2019 lalu oleh Kontraktor pelaksana PT Nindya Karya (Persero) wilayah III.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved