Ekonomi dan Bisnis

Kebutuhan Gula Pasir Naik Saat Ramadan, Distributor Tambah Stok 1.500 Ton

Menjamin kebutuhan gula masyarakat Kalsel Asosiasi Gula Bersatu Kalsel kembali memasok stok gula pasir sebanyak 1500 ton.

Penulis: Mariana | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/mariana
Proses penimbangan dan pembungkusan gula pasir di distributor Asosiasi Gula Bersatu Kalsel. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Demi menjamin kebutuhan gula masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) selama momen Ramadan, Asosiasi Gula Bersatu Kalsel kembali memasok stok untuk kebutuhan gula pasir di Kalsel.

Sebanyak 1.500 ton gula pasir didatangkan hasil kerjasama  PT Makkasar Tene selaku perusahaan pabrik gula di daerah Timur Indonesia.

"Selama Ramadan dan Lebaran tahun ini, kami akan mensuplai kebutuhan gula masyarakat yang saat ini sebanyak 350 ton stok gula hasil kerjasama dengan PT Makkasar Tene.  stok gula tersebut akan kami salurkan dalam bentuk operasi pasar," ungkap Ketua Asosiasi Gula Bersatu Kalsel H Aftahuddin, Rabu (22/4/2020).

Ada pun kegiatan operasi pasar sendiri rencananya akan menggandeng Pemerintah Provinsi Kalsel bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota.

Harga Gula Pasir Turun Jadi Rp 18.000 di Pasar Antasari Banjarmasin

Harga Gula Pasir Turun Rp 2.000 Per Kg, Bulog Pastikan 250 Ton Gula Tiba Sebelum Ramadhan

Warga Sungai Lulut Banjarmasin Ini Kaget Harga Gula Pasir Rp 21.000 Per Kilogram

Hal ini bertujuan agar operasi pasar yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran.

Dengan langkah operasi pasar ini dirinya meyakini selain dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha musiman akan sembako jenis gula.

Juga dapat menurunkan harga gula dipasaran agar semakin dapat dijangkau oleh masyarakat.

"Saat ini kan harga gula juga sudah mulai turun dari sebelumnya pernah tembus hingga diangka Rp18.000 per kilogram kini menjadi Rp 15.000 per kilogram. Kalau operasi pasar ini dilaksanakan saya yakin harga gula ini akan turun lagi sampai ke level normnal nantinya," ucapnya.

Diakuinya selama momen Ramadhan ini kebutuhan jenis gula naik hingga mencapai 20-30 persen dibanding hari biasa.

Peningkatan ini karena selain tingginya konsumsi masyarakat terhadap gula, juga dikarenakan banyaknya pelaku usaha musiman yang membutuhkan gula untuk membuat aneka masakan hingga kudapan.

Peningakatan tersebut tambahnya belum termasuk banyaknya kegiatan sembako gratis dan murah yang digelar oleh instansi pemerintah hingga swasta.

Terlebih di tengah wabah pandemi Covid-19 ini banyak sekali pemesanan sembako jenis gula untuk dapat diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalsel terus berupaya mendorong agar harga kebutuhan pokok dipasaran bisa stabil dan kompetitif bagi masyarakat ditengah wabah pandemi Covid-19.

Kegiatan operasi pasar merupakan salah satu langkah pihaknya untuk dapat menekan harga dipasaran bekerjasama dengan pihak swasta.

Stok Sembako di Tabalong Aman, Tapi Harga Gula Pasir Melambung

Gula Pasir di Kalteng Melambung, Pemerintah Izinkan Impor Hadapi Ramadan 1441 H

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved