Berita Tanahlaut

Warga Sekitar Pasar Hewan Pelaihari Sempat Heboh, Ini yang Terjadi

Personel Polsek Pelaihari bersama BPBD Tala turun ke lokasi Pasar Hewan Saranghalang untuk menenangkan warga sekitar.

Tayang:
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Petugas mendatangi Pasar Hewan Pelaihari di Saranghalang guna memberi penjelasan kepada warga sekitar, Rabu (22/4/2020) malam. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Warga sekitar UPT Rumah Potong Hewan dan Pasar Hewan di Saranghalang, Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), sempat dilanda keresehan.

Hal itu menyusul adanya kabar yang menyebut tibanya sejumlah sapi yang berasal dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Ternak sapi tersebut dikabarkan masuk ke lingkungan UPT Rumah Potong Hewan dan Pasar Hewan  pada Rabu (22/4/2020) malam.

Jumlah sapi yang masuk sebanyak 18 ekor jantan yang diangkut mengunakan satu unit truk besar.

Menghindari hal tak diinginkan, petugas bergerak cepat.

Beberapa personel Polsek Pelaihari bersama BPBD Tala turun ke lokasi Pasar Hewan tersebut yang tujuannya guna menenangkan warga sekitar.

Area Karantina Baru di Eks RS Boejasin Pelaihari Didesain Begini, Cegah Corona Keluar

VIDEO Pasutri Pencuri HP Milik Petugas di Polsek Pelaihari Diamankan

Satu Pasien Positif di RS Boejasin Pelaihari Sembuh, Begini Respon Bupati Tala

VIDEO Polisi-Tentara Kabupaten Tala Bagikan Makanan kepada Warga

PPDB Dimulai Juni, Begini Pola Pendaftaran yang Bakal Diterapkan Disdik Tala

Cegah Kerumunan Distribusi Sembako Murah, Diskop UKP Tala Bikin Strategi Ini

Kepala UPT Rumah Potong Hewan dan Pasar Hewan Pelaihari, H Ahmad Amperansyah, menegaskan sapi tersebut bukan berasal dari Gowa.

Ia menegaskan selalu memantau semua sapi yang masuk.

"Biasanya kalau ada sapi yang berasal dari Sulawesi, pasti petugas di pelabuhan Batulicin, Kabupaten Tanahbumbu,  memberitahukan jika ada sapi masuk ke tempat kita," ucapnya kepada pers, Kamis (23/4/2020).

Dikatakannya, sesuai alur yang ada, jika pihak pelabuhan telah mengizinkan masuk tentu telah melalui pemeriksaan ketat.

Dalam hal seperti itu, pihaknya tentu tak punya alasan menolak.

Apalagi sapi yang datang tersebut bukan dari Gowa.

“Sapi yang masuk ke sini pada Rabu malam kemarin sebanyak 18 ekor itu, saya tegaskan bukan dari Kabupaten Gowa. Tapi,  berasal dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan," jelas Ahmad.

Ia menuturkan belasan ekor sapi itu pun tidak dipasok ke Tala.

Hanya di-drop sejenak dan selanjutnya akan dibawa ke wilayah Rantau, Kabupaten Tapin.

Pembeli sapi tersebut, jelasnya, ingin melihat langsung kondisi ternak itu sehinga singgah di Pasar Hewan Pelaihari.

Petugas setempat pun telah mengecek identitas sopir dan mengatakan sudah sering ke Pasar Hewan Pelaihari.

Begitupula setelah dites kesehatannya oleh pihak PMI Tala dan dinyatakan sehat. 

Karena itu, sopir truk pengangkut sapi tersebutmengaku heran ketika kemudian muncul isu sapi dan sopir yang membawa belasan sapi berasal dari Gowa.

Ia mengatakan truk pengangkut ternak sapi juga disemprota disinfektan saat tiba di Pasar Hewan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Tala.

Termasuk, mengecek suhu badan sopir dan pedagang.

Warga pun berharap pihak UPT Pasar Hewan meningkatkan pengawasan, mengingat saat ini apa pun yang berasal dari daerah zona merah menjadi perhatian publik. (Banjarmasinpost.co.id/Roy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved