Berita Banjarbaru

UMKM Terdampak Covid-19, 2.457 Orang Kehilangan Pekerjaan

Pandemi Covid-19 berimbas ke sektor industri mikro dan kecil (IMK). Industri Mikro dan Kecil terpaksa harus merumahkan sedikitnya 2.457 pekerja

Tayang:
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Headshoot Kepala Dinas Perindustrian Kalsel Mahyuni. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pandemi Covid-19 berimbas ke sektor industri mikro dan kecil (IMK). Industri Mikro dan Kecil terpaksa harus merumahkan sedikitnya 2.457 pekerja.

Dari catatan Dinas Perindustrian Kalsel mencatat, hingga kini sudah ada 2.457 orang di bidang IMK kehilangan pekerjaan.

Kepala Dinas Perindustrian Kalsel Mahyuni, Selasa (28/4/2020) mengatakan IMK yang banyak terdampak pandemi virus corona ialah para pembuat kain sasirangan, busana, makanan dan minuman.

"Penjualan mereka jatuh selama pandemi. Maka dari itu, dari data terakhir ada 2.457 orang yang kehilangan pekerjaan," tandas Mahyuni.

Bantu Pekerja Terdampak Covid-19, BMPD Kalsel Salurkan 4.200 Sembako

Ada Larangan Mudik, Pekerja Pasar Bauntung Tak Bisa Berlebaran Dikampung

ASN Disnakerkop Urunan Beli Masker untuk Pekerja IKM

Guna membantu orang-orang di IKM yang kehilangan pekerjaan, Dinas Perindustrian Kalsel sesuai arahan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor mencoba membuat program bimbingan teknis dengan melibatkan para IKM.

"Kami akan menggeser beberapa kegiatan untuk program pemberdayaan kearah Covid-19 ," tandas Mahyuni

Ditambahkannya, kegiatan-kegiatan yang akan mereka geser untuk membantu para IKM diantaranya Bimtek busana muslim se-Kalsel, Bimtek olahan pangan berbasis daging itik Alabio di HSU, Bimtek perbengkelan lemari aluminium di Tanah Bumbu, Bimtek pembuatan keramik tanah liat di Banjarbaru dan lain-lain.

Bimtek yang terprogramkan yang baru in ialah pembuatan Alat Pelindung Diri (APD) hazmat suit, pembuatan masker kain, pembuatan bilik antiseptik herbal dan pembuatan minuman herbal.

"Untuk pembuatan APD kami targetkan 500 pcs, masker 20 ribu, bilik antiseptik 8 dan jamu 500 botol," tandas Mahyuni.

Dia menuturkan, IMK yang dilibatkan dalam proses pelatihan atau Bimtek nantinya akan memperoleh ilmu dan keterampilan. Serta pendapatan dari insentif pembuatan produk.

"Sedangkan, hasil produk akan dimanfaatkan untuk paramedis dan masyarakat. Nanti kami serahkan ke tim gugus tugas Percepatan penanganan Covid 19, karena mereka yang bisa memetakan di mana saja yang memerlukan. Minuman jamu herbal itu bisa meningkatan imunitas para medis," runutnya.

31 Keluarga Pekerja Terdampak Covid-19 di Kabupaten HSS Dapat JPS

Begini Nasib THR Pekerja Swasta, THR ASN TNI dan Polri serta Pensiunan Jelang Ramadhan 2020

Sesuai arahan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, dimana diperintahkan semua SKPD memfokuskan untuk sama sama membantu penanganan Covid-19.

"Agar semua potensi yang kita punya dimanfaatkan untuk penanangan Covid-19 di Kalsel, " kata Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor belum lama tadi. (banjarmasinpost.co.id /nurholis huda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved