Breaking News:

Berita Tanahbumbu

Awas, Waspada DBD! Sejak Januari Sudah Menyerang 10 Kecamatan di Tanahbumbu

Ditengah pandemi Covid-19 di Kabupaten Tanahbumbu, serangan Demam Berdarah (DBD) juga semakin mengkhawatirkan.

Penulis: Man Hidayat | Editor: Syaiful Akhyar
istimewa
Kabag Tata Usaha RSUD Tanbu, M Shaleh, saat pantau petugas jaga pasien DBD 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Ditengah pandemi Covid-19 di Kabupaten Tanahbumbu, serangan Demam Berdarah (DBD) juga semakin mengkhawatirkan.

Bahkan sejak Januari lalu, sudah ada 2 orang penderita DBD meninggal dunia karena nyamuk Aides agepty. Pasien meninggal dunia saat masih dalam perawatan. 

Namun sejak awal tahun 2020 ini, penyakit DBD justru tak ada habisnya. Penyakit ini menyerang di 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Tanahbumbu, banyak yang berhasil sembuh namun ada juga yang nyawanya tak tertolong karena sudah parah.

Hingga Rabu (29/4/2020), penderita DBD di RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor Tanbu masih ada sejumlah orang yang dirawat. Tepatnya ada 4 penderita yang sedang menjalani perawatan.

Napi Program Asimilasi Asal Tanahbumbu Dapat Bantuan Sembako, Mereka Juga Diberi Pekerjaan Ini

Terkubur 91 Tahun di Kalteng, Jasad Pangeran Antasari Dipindah ke Banjarmasin

Sudah 20 Orang Sembuh & 10 Meninggal karena Covid-19, Ini Kondisi Para Pasien Positif di Kalsel

Kabar Baik, Hari Ini Empat Pasien Covid-19 di Kalsel Dinyatakan Sembuh

Menurut Kepala Bagian Tata Usaha RSUD dr H Andi Abdurrahman Noor Tanbu, M Shaleh, membenarkan masih adanya pasien DBD yang dirawat. Bahkan hari ini telah bertambah dari hari sebelumnya.

" Kemarin ada tiga pasien, dan hari ini ternyata tambah lagi satu pasien DBD. Totalnya ada 4 orang yang masih dirawat di rumah sakit ini," kata M Shaleh kepada Banjarmasinpost.co.id.

Dia menyebutkan, dari awal Januari ada sebanyak 103 pasien, Februari sebanyak 169 pasien, Maret sebanyak 89 pasien, dan April ini sudah sekitar 25 pasien per tanggal 25 April.

" Ada penurunan tapi memang masih ada terus yang masuk karena kasus DBD ini," katanya.

Sementara itu, data dari Dinas Kesehatan Tanbu sebelumnya sudah lebih dari 400 pasien hingga awal April lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Tanbu Setia Budi saat dihubungi melalui telepon tidak tersambung.

Sementara melalui pesan WhatsApp, cuma menyebutkan ada 2 orang. Sementara data dari RSUD Tanbu, ada 4 pasien yang sedang dirawat.

Terkait apa tindakan Dinkes dan jumlah serta upaya menekan penyakit DBD ini, Setia Budi tak memberikan jawaban.

(Banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved