Wabah Virus Corona
Catat Ini 3 Skema Subsidi Bunga Bagi Pelaku UMKM Terdampak Wabah Virus Corona
Subsidi bunga bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)disiapkan pemerintah, berikut skema terdapat tiga jenis subsidi bunga.
Editor: Nia Kurniawan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Jadi stimulus bagi UMKM dalam kondisi menghadapi pandemi virus corona (Covid-19).
Ya, pemerintah menyiapkan subsidi bunga bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Seperti diketahui, sektor restoran dan pariwisata mengalami tekanan terparah dengan penurunan year on year (YoY) 70 persen, sedangkan sektor lain turun 22 persen.
"Atas arahan bapak presiden maka pemerintah melakukan subsidi bunga kredit," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas, Rabu (29/4).
• UPDATE Corona Kalsel, Positif Covid-19 Kini 157, PDP 16 & ODP 1333 Orang
• UPDATE Covid-19 Kalteng, Ada 7 Kasus Corona Baru dari 4 Wilayah Ini, Satu Orang Sembuh
• Positif Covid-19 Nenek 101 Tahun Lolos dari Virus Corona Juga Lolos dari Wabah Flu
Nah, subsidi bunga tersebut akan dilakukan selama 6 bulan.
Terdapat tiga jenis subsidi bunga yang akan dilakukan berdasarkan besaran pinjaman.
Untuk pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau setara KUR sebesar Rp 10 juta hingga Rp 500 juta.
Nantinya akan mendapat subsidi 6% pada 3 bulan pertama dan subsidi 3 persen pada 3 bulan berikutnya.
"Sedangkan untuk pinjaman Rp 500 juta ke atas sampai Rp 10 miliar itu bertahap, tiga bulan pertama 3 persen dan tiga bulan kedua 2 persen," terang Airlangga.
Sementara subsidi bunga juga dilakukan bagi usaha mikro dengan pinjaman di bawah Rp 10 juta atau nasabah PNM Mekaar, kredit Ultra Mikro (UMi), dan pegadaian. Nantinya usaha mikro akan mendapat subsidi bunga 6 persen selama 6 bulan.
• Kabar 7 Artis Indonesia Selama Pandemi Covid-19 Hanung Bramantyo Garap Film Horor
• Kala Pandemi Covid-19 Angel Lelga Hanya Lihat Jenazah Ayah Tercinta Lewat Video Call
UMKM Terdampak Covid-19, 2.457 Orang Kehilangan Pekerjaan
Pandemi Covid-19 berimbas ke sektor industri mikro dan kecil (IMK). Industri Mikro dan Kecil terpaksa harus merumahkan sedikitnya 2.457 pekerja.
Dari catatan Dinas Perindustrian Kalsel mencatat, hingga kini sudah ada 2.457 orang di bidang IMK kehilangan pekerjaan.
Kepala Dinas Perindustrian Kalsel Mahyuni, Selasa (28/4/2020) mengatakan IMK yang banyak terdampak pandemi virus corona ialah para pembuat kain sasirangan, busana, makanan dan minuman.
"Penjualan mereka jatuh selama pandemi. Maka dari itu, dari data terakhir ada 2.457 orang yang kehilangan pekerjaan," tandas Mahyuni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/menko-perekonomian-airlangga-hartarto-melakukan-rapat-koordinasi-komite.jpg)