Berita Regional
Gara-gara Ini, 80 Tenaga Medis Covid-19 di Sumut Diusir dari Hotel
Nasib malang dialami 80 tenaga medis di RS Rujukan Covid-19 GL Tobing Tanjung Mora. Mereka diusir dari hotel
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, MEDAN - Nasib malang dialami para tenaga medis di RS Rujukan Covid-19 GL Tobing Tanjung Mora.
Mereka dikabarkan diusir dari tempat penginapan di Travel Hub Hotel Kualanamu, Jalan Arteri Kualanamu No.9, Tumpatan Nibung, Batang Kuis, Deliserdang, Sabtu (2/5/2020).
Pengusiran pejuang Covid-19 ini, terbilang mendadak. Para para tenaga medis diminta keluar dari hotel sekitar pukul 12.00 WIB.
Seluruh tenaga medis diminta untuk meninggalkan penginapan khusus tenaga kesehatan yang terletak di Hotel Wings Jalan Arteri Kualanamu Medan, Sabtu (2/5/2020).
• Lagi, 53 Tenaga Medis Terdampak Virus Corona Karena Pasien Covid-19 Tak Jujur
• Tenaga Medis Sebelas Rumah Sakit Palangkaraya Dapat 350 Kotak Makanan Sahur
• Jalan Kaki 10 Km Setelah Kabur dari RS, Pasien Klaster Gowa Ini Bantah Tenaga Medis dengan Hadis
"Sebelum diarahkan untuk meninggalkan penginapan oleh Koordinator kami, kami sebelumnya disuruh satu kamar menjadi dua orang, tapi kami menolak. Sampai pada pukul 12.00 WIB tadi kami diberhentikan bertugas dan diminta untuk meninggalkan penginapan tanpa penjelasan dan surat perintah," ungkap Teddy Soaloon Purba, perawat relawan covid-19 di RS GL Tobing kepada Tribun Medan, Sabtu (2/5/2020).
Teddy mengatakan, bahwa yang diberhentikan bertugas adalah seluruh tenaga medis mulai dari dokter umum, dokter spesialis, hingga petugas laboratorium dan radiologi.
"Semua tenaga kesehatan diberhentikan hari ini, pihak penginapan mengatakan paling lama meninggalkan penginapan pada pukul 17.00 Wib. Tapi ini sekitar 80 persen tenaga medis sudah keluar, selebihnya masih packing barang," ungkapnya.
Teddy juga mengatakan bahwa upah para tenaga medis juga masih dalam proses untuk dicairkan selama bertugas sekitar satu bulan.
"Untuk upah memang masih dalam proses pencairan, belum diterima para tenaga medis, infonya masih diproses," katanya.
Teddy mengaku dirinya beserta tenaga kesehatan yang lain merasa sedih karena pemberhentian dilakukan secara sepihak.
Ketika para tenaga kesehatan meminta Surat Keputusan untuk pemberhentian tugas, pihak rumah sakit belum bisa memberikan.
Saat ditemui rekan-rekan media di penginapan khusus tenaga kesehatan relawan Satgas penanganan Covid-19, Ketua Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI), Rudi Rahmadsyah Sambas mengatakan dirinya terkejut karena kabar pemberhentian tenaga kesehatan yang bertugas sangat mendadak.
Tanpa konfirmasi sebelumnya, arahan untuk meninggalkan penginapan, menurut lelaki yang akrab disapa Ruben ini sangat mendadak.
"Saya jujur terkejut dengan hal yang sangat mendadak ini. Tadi pagi saya masih dinas, terus tiba-tiba mendapatkan arahan untuk meninggalkan penginapan," ungkap Ruben.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/hotel-travel-hub.jpg)