Breaking News:

Berita Jakarta

Sudah Berapa Kali Kamu Makan Telur Ayam HE? Ternyata Telur Ini Dilarang Pemerintah

Larangan menjual telur HE diatur dalam Permentan Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.

KOMPAS.com/DEAN PAHREVI
Drajat, salah seorang pedagang telur di Pasar Baru Bekasi, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Kamis (2/5/2019). 

Editor : Didik Trio Marsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA- Pemerintah lewat Kementerian Pertanian (Kementan) dengan tegas melarang peredaran telur ayam HE (hatched egg) di pasar.

Meski demikian, kenyataannya di lapangan, telur yang usia layak konsumsinya sangat pendek ini banyak dijual bebas di pasaran.

Larangan menjual telur HE diatur dalam Permentan Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.

Dalam Bab III pasal 13 disebutkan, pelaku usaha integrasi, pembibit GPS, pembibit PS, pelaku usaha mandiri dan koperasi dilarang memperjualbelikan telur tertunas dan infertil sebagai telur konsumsi.

Bu Susi Trending Gara-gara Perbudakan ABK Indonesia di Kapal China, TENGGELAMKAN!

Soal dan Jawaban SD Kelas 4,5 dan 6 Kamis 7 Mei 2020 Materi Belajar dari Rumah TVRI Tidak Ada

Jawaban Soal Cara Membuat Origami Keren TVRI 7 Mei 2020 Kelas 4 5 6 SD: Ini Panduan Orangtua

Telur HE sendiri umumnya berasal dari perusahaan-perusahaan pembibitan (breeding) ayam broiler atau ayam pedaging.

Di mana telur yang tidak menetas (infertil), seharusnya tak dijual perusahaan integrator sebagai telur konsumsi di pasar.

Selain dari telur infertil, telur HE bisa berasal dari telur fertil namun tak ditetaskan perusahaan breeding. Alasannya antara lain suplai anakan ayam atau DOC (day old chick) yang sudah terlalu banyak, sehingga biaya menetaskan telur lebih mahal dari harga jual DOC.

Telur HE berwarna lebih putih atau pucat dibandingkan telur ayam negeri yang dihasilkan dari peternakan ayam layer. Ukurannya pun hampir sama, dan tak ada perbedaan rasa ketika sudah dimasak untuk dikonsumsi.

Kendati demikian, berbeda dengan telur ayam negeri, telur HE lebih cepat membusuk, biasanya setelah lewat satu minggu. Ini karena telur HE berasal dari ayam yang telah dibuahi pejantan. Selain itu, telur HE biasanya sudah beberapa hari tersimpan di tempat penyimpanan maupun mesin tetas perusahaan.

Faktor inilah yang membuat telur HE harganya jauh lebih murah dibandingkan telur ayam ras yang warnanya lebih kecoklatan.

Halaman
123
Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved