Berita Kalteng

PPDB Online Terkendala di Daerah Pelosok, Disdik Kalteng Bilang Begini

Gubernur Kalteng perintahkan PPDB dilakukan secara daring untuk mengikuti Protokol Kesehatan Covid-19 tetapi tidak semua daerah terakses internet.

Penulis: Fathurahman | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/FATURAHMAN
Plt Kadisdik Kalteng, Mofit Saptono Subagio, saat melakukan video conference terkait penerimaan siswa baru, Jumat (8/5/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H Sugianto Sabran, mengeluarkan surat keputusan terkait pedoman pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020-2021 yang dilaksanakan secara online atau media daring.

Penerimaan siswa baru melalui media daring tersebut untuk mengikuti Protokol Kesehatan Covid-19.

Namun ternyata ini tidak berjalan mulus. Berdasarkan laporan beberapa kepala sekolah, tidak semua daerah bisa menyelenggarakan sistem online karena tidak ada akses internet hingga tidak tersedianya perangkat komputer untuk menerapkannya.

Selain itu, ada orangtua calon siswa di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Tomur  malah mengaku gagap teknologi (gaptek).

"Kalau bisa, mendaftar langsung saja karena saya tidak mengerti internet," ujar Sabariah, seorang warga Kota Sampit, kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (8/5/2020).

Kepala SMKN 1 Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Zainal Karno, saat dilaksanakan Video Conference dengan Dinas Pendidikan Kalteng, mengungkapkan, penerapan PPDB tahun 2020-2021 yang menggunakan media daring.

Brigjen Pol Dedi Prasetyo Resmi Jabat Kapolda Kalteng Gantikan Irjen Ilham Salahudin

BREAKING NEWS - Palangkaraya Terapkan PSBB, Petugas Akan Represif Lakukan Pengawasan

Ketua GTPP Covid-19 Kalteng Tawarkan Daerah yang Ingin Usulkan PSBB

13 Pasien Covid-19 Kalteng Sembuh, ODP dan PDP Terus Berkurang

Balai Besar POM Pinjamkan Alat PCR Pemeriksaan Swab ke RSDS Palangkaraya

Gubernur Kalteng Janjikan Bantuan untuk Mahasiswa Terdampak Covid-19

"Tidak semua daerah peserta didiknya  bisa melakukan secara daring. Mereka yang tinggal di pinggiran kota dan perkebunan sawit tidak ada akses internet, sehingga akhirnya kami juga meyediakan pendaftaran secara manual atau terbuka. Namun, tetap menggunakan protokol kesehatan Covid-19," ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan, Plt Kadis Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunungmas, Singong, PPDB daring tidak bisa dilakukan semua peserta didik.

"Kami minta waktu agak longgar untuk waktu penerimaanya karena peserta didik yang ada di pelosok untuk menuju kecamatan kota cukup jauh, hingga satu hari baru bisa ke kota. Namun begitu, semangat untuk sekolah cukup tinggi, " ujarnya.

Keluhan yang sama juga diungkapkan dari daerah lainnya di Kalteng dalam video Conference tersebut.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Mofit Saptono Subagio, mengaku telah mendengarkan keluhan dari sejumlah kepala sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan di sejumlah daerah.

Mantan Wali Kota Palangkaraya ini mengaku memahami setelah adanya laporan dari beberapa kepala sekolah dan Kepala Dinas di kabupaten terkait belum terjangkaunya akses internet hingga ke pelosok.

Karena itu, pihaknya tidak mempermasalahkan sekolah pinggiran untuk memodifikasi sistem penerimaan siswa baru.

Dia juga mengatakan memahami bagi sekolah pinggiran yang lokasinya jauh dari kota yang belum siap untuk perangkat komputer maupun jaringan internet.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved