Berita Banjar

VIDEO Nikmatnya Minuman Lahang Bambu Khas Martapura yang Laris Manis

Salah satu minuman favorit jelang berbuka di Kota Martapura, selain temulawak adalah lahang asli yang baru dipanen dari pohonnya

Penulis: Milna Sari | Editor: Syaiful Akhyar

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Salah satu minuman favorit jelang berbuka di Kota Martapura, selain temulawak adalah lahang asli yang baru dipanen dari pohonnya.

Adalah Sabri warga Tambak Anyar Kabupaten Banjar yang hingga kini masih setia menjual minuman lahang.

Dengan roda duanya ia mengangkut air dari pohon enau tersebut dengan wadah unik, yakni dari batang bambu. Mangkal di Pasar Martapura, tak sampai salat ashar, lahang ia bawa dalam sehari sekitar 70 liter ludes terjual.

"Kalau ashar itu bulik sudah, habis biasanya," ujarnya Minggu (10/5/2020).

Lahang atau air nira yang dijual Sabri tergolong unik karena memiliki tiga varian dan rasa. Sabri sehari-harinya menyiapkan tiga macam lahang dengan wadah yang berbeda.

Segera Login www.pln.co.id untuk Klaim Token Listrik Gratis PLN Mei 2020, Kecuali Kategori Ini

Persiapan PSBB Banjarbaru, Pemko Lakukan Pengaturan di Dua Pasar Ini, Begini Pengaturannya

 

Harga Tiket Pesawat Lion Air Diklaim Masih Murah, Ini Penjelasannya

Jawaban Atta Halilintar Saat Ditagih Janji Bangun Masjid, Aurel Hermansyah Ikut Bereaksi

Lahang asli dijual di dalam jirigen, begitu juga dengan lahang yang direbus.

Sementara lahang yang diasap disimpan di dalam bambu. Uniknya lagi demi memertahankan sisi tradisionalnya saringan untuk menyaring kotoran air nira Sabri menggunakan ijuk bukan saringan modern.

"Merebusnya juga pakai kayu bakar biar ada aromanya," tambahnya. Ciri air lahang asli yang tidak dimasak sebut Sabtu adalah berbuih begitu dituang.

Air lahang yang bagus adalah masih berwana kuning agak jernih, sementara lahang yang terlalu lama direbus akan berwana merah tua. Sifat air lahang yang akan asam jika terlalu lama terkena panas membuat Sabri memiliki cara unik saat menjualnya yakni dengan direndam di dalam air.

Begitu juga jika air lahang akan dibawa ke lokasi jauh akan direndam ke dalam air. Sabri mengaku memilih memertahankan berjualan lahang dengan bambu karena bambu adalah ciri khas penjual lahang di Martapura.

Dahulu sebutnya ada banyak penjual lahang di Martapura, namun seiring berjalannya waktu tersisa dirinya yang mau berjualan lahang. Terlebih kini jumlah pohon nira di daerahnya di Tambak Anyar juga sudah mulai berkurang. Pohon yang masih ada juga sudah menjulang tinggi.

"25 persen ada kurangnya pohonnya sudah," sebutnya. Keunikan Sabri yang masih memertahankan bejualan lahang dengan bambu juga menarik pembeli.

Tak jarang pembeli ingin membeli lahang langsung dari batang bambu. Satu batang bambu berisi sekitar enam liter air lahang. Sabri sendiri mengaku sudah berjualan lahang sekitar empat tahun.

"Sebelumnya saya jualan gula habang, ini saya generasi keempat yang jualan lahang dari satu saya," tambahnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved