Ekonomi dan Bisnis

Permintaan Ekspor Turun, Begini Prospek Ekonomi Kalsel Menurut KPw BI Kalsel

Di tengah pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan (Kalsel) diprakirakan tetap tumbuh namun melambat dibandingkan 2019 lalu

banjarmasinpost.co.id/mariana
Kepala KPw BI Kalsel, Amanlison Sembiring. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di tengah pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan (Kalsel) diprakirakan tetap tumbuh namun melambat dibandingkan 2019 lalu.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Amanlison Sembiring.

Menurutnya, perlambatan pertumbuhan tertahan oleh konsumsi pemerintah dan potensi ekspor emas.

"Ekspor diperkirakan tumbuh sedikit melambat terutama bersumber dari penurunan permintaan negara mitra dagang utama yakni Cina dan India untuk batubara dan CPO," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Pandemik Virus Corona Tekan PerKaretan Indonesia, Ekspor Banyak Tertunda

Ekspor Batu Bara Kalteng Tidak Terdampak Corona, Malah Cenderung Meningkat

Ekspor Perdana Produk Baja ke Amerika

Diuraikannya dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga melambat seiring terbatasnya aktivitas akibat kebijakan physical distancing yang turut berdampak pada penurunan daya beli.

Di sisi lain, konsumsi pemerintah yang bersumber dari pagu belanja APBD lebih tinggi, serta dorongan stimulus fiskal untuk penananganan dampak Covid-19.

Dari segi investasi pun turun menurun, terutama disebabkan telah selesainya berbagai proyek strategis selama 2019, dan tertundanya pengerjaan proyek akibat Covid-19.

"Ekspor memang edikit melambat terkait penurunan permintaan negara mitra Cina dan India, untuk batubara dan CPO namun tertahan karena emas. Sedangkan impor melambat sejalan dengan perlambatan investasi akibat penundaan pengerjaan proyek akibat Covid-19," imbuhnya.

Dari sisi penawaran, sektor pertanian alami pelambatan dipengaruhi produksi TBS yang tertahan akibat dampak cuaca kering berkepanjangan di 2019.

Kemudian sektor pertambangan pin demikian, Terutama bersumber dari penurunan permintaan Cina dan India seiring stockpile yang masih mencukupi.

Untuk industri pengolahan juga melambat sejalan dengan perlambatan pertanian, akibat dampak cuaca kering berkepanjangan di 2019.

Bea Cukai Kalbagsel Undang Eksportir, Tarik DHE ke Dalam Negeri

Reaksi EXO-L Tanggapi Lay Zhang Di Perpisahan Wajib Militer Suho EXO

Dan konstruksi tumbuh melambat sejalan dengan kinerja investasi akibat penundaan pengerjaan beberapa proyek.

"Yang paling terdampak sejak awal yakni perdagangan, hotel dan restoran (PHR), tumbuh melambat disebabkan terbatasnya aktivitas masyarakat dan perdagangan sejalan kebijakan physical distancing," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved