Berita Tapin

Diperkirakan 10 Hektare Lahan Cabai Rawit Desa Hiyung Tapin Terendam, Ini Pengakuan Petani

Sekitar 10 hektare lahan pertanian cabai rawit Hiyung di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, dalam kondisi terendam.

istimewa
Junaidi melihat tanaman cabai rawit Hiyung di Desa Hiyung yang masih selamat dari genangan pada Sabtu (16/5/2020) lalu 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Sekitar 10 hektare lahan pertanian hortikultura jenis cabai rawit Hiyung di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terendam.

Itu perkiraan Junaidi, Ketua Kelompok Tani Karya Baru di Desa Hiyung setelah melakukan pendataan bersama para petani cabai rawit di Desa Hiyung.

Menurut Junaidi, saat ini sebagian petani menunggu kemungkinan air banjir surut untuk meninggikan bedengan atau sorjan, media menanam cabai Hiyung.

Namun, sebagian besar petani cabai rawit di Desa Hiyung tak meninggikan bedengan atau sorjan lahannya karena dipakai menanam lagi.

Junaidi mengaku jika bedengan atau sorjan ditinggikan saat kemarau, dikerjakan secara swadaya sepanjang 100 meter memerlukan biayanya hingga sekitar Rp 2 juta.

GTPP Covid-19 Kalsel Gelar Rapid Test Massal di Batola, Reaktif 20 Orang

Gugus Provinsi Kalsel Makin Masif Lakukan Rapid Test di Daerah PSBB

Ambruk Jembatan Gantung di Desa Benteng Kecamatan Pengaron, Begini Kondisinya

Air banjir yang ada saat ini, diakui Junaidi tak mampu dikelola atau disedot karena pembuangan air tingginya sama dengan air permukaan Sungai

"Ini saja air Sungai tak bergerak. Bagaimana air banjir surut di lahan cabai rawit Hiyung," katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin, Wagimin mengatakan yang terdampak curah hujan hingga merendam lahan cabai rawit Hiyung hanya sekitar 4 hektar.

Rendaman banjir juga diyakini Wagimin tidak mengakibatkan puso atau mati karena genangan air di hari kedua sudah berangsur surut.

Wagimin menyarankan kepada para petani cabai rawit di Desa Hiyung yang memiliki bedengan atau sorjan kerendahan atau terendam air banjir.

"Pertama, berswadaya meninggikan mumpung saat ini sedang musim tanam dan menyiapkan lahan tanam dan kedua, petani melakukan tata kelola air lahan dengan baik," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved