Berita Balangan
Para Pedagang di Pasar Paringin Dites Rapid Massal, Begini Respons Pedagangnya
Bertepatan saat hari pasar di Pasar Paringin, Kabupaten Balangan, petugas melakukan rapid tes para pedagangnya.
Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Syaiful Akhyar
Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Bertepatan saat hari pasar di Pasar Paringin, Kabupaten Balangan, petugas melakukan rapid tes pada pedagangnya, Senin (18/5/2020)
Secara bergantian, para pedagang tersebut di cek menggunakan rapid tes dengan pengambilan darah di jari.
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Balangan sebelumnya telah menyiapkan ratusan alat rapid test untuk pengecekan dini Covid-19 di Balangan.
Tak semua pedagang harus dites. Melainkan hanya pedagang yang berasal dari luar daerah Balangan.
Syamsiah misalnya, perempuan berusia kisaran 70 tahun ini merupakan pedagang dari Amuntai. Ia harus di rapid test oleh petugas untuk memastikan perihal pencegahan virus Covid-19.
• Warga Sekampung Terdampak Covid-19 Setelah Nekat Mandikan Jenazah Positif Virus Corona
• VIRAL Video Ular Piton Raksasa Melahap Seekor Posum Sambil Bergelantungan di Atap Rumah Warga
• Tak Bertani Padi, Warga Desa Purut Ini Pilih Tekuni Bunga Hias
• Gunung Kayangan Dipercaya Kotanya Orang Sebelah, Banyak yang Hilir Mudik
Petugas medis melakukan pendataan terhadap Syamsiah, termasuk menanyakan riwayat perjalanan atau kemana saja ia berdagang. Kemudian barulah mengambil darah dari jari Syamsiah untuk sample yang digunakan pada alat rapid test.
Tak ada kekhawatiran dari diri Syamsiah saat melakukan tes. Ia merasa sehat dan merasa tidak pernah keluar wilayah. Hanya berjualan di sekitar Kabupaten Balangan yakni di Pasar Awayan dan Pasar Bihara.
"Saya tidak khawatir dan merasa sehat saja. Karena juga tidak ada keluar daerah. Berjualan pun di pasar Balangan saja," ucap Syamsiah.
Setelah menunggu beberapa menit pasca pengambilan darah, tanda di rapid test hanya garis merah satu. Artinya, Syamsiah nonreaktif terhadap virus, khususnya Covid-19. Tentu ia juga merasa bersyukur akan hasil tes tersebut.
• Namanya Berbau Mistis, Gunung Kayangan Simpan Cerita Seram Sejak Puluhan Tahun Silam
• Warga Banjarmasin Terjebak di Nepal, Terkatung-katung dan Kehabisan Uang, Ibnu Sina Lakukan Ini
• Imigrasi Ungkap Status 24 Warga Pakistan di Banjarmasin, Diminta Tes Swab Covid-19
Selain Syamsiah, puluhan pedagang lainnya juga tak lepas dari pengambilan darah untuk rapid test tersebut. Sebagian merasa senang karena bisa tes Covid-19 secara gratis.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Balangan, Erwan Mega Karya Latif menerangkan, pelaksanaan rapid test tersebut mengikuti dari wilayah tetangga yang didominasi kenaikan pada penyebaran Covid-19.
Apabila dalam pemeriksaan rapid test nantinya ada yang reaktif, Erwan mengatakan akan melarang pedagang tersebut untuk berjualan di Pasar Paringin sementara waktu. Selain itu hal utama yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan wilayah tempat tinggal yang bersangkutan.
Rapid test juga akan dilakukan kepada jajaran ASN yang keluar masuk wilayah Kabupaten Balangan. Selain itu direncanakan untuk pasar-pasar yang ada pada kecamatan.
Pada pelaksanaan rapid test kali ini, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Balangan juga bekerjasama dengan jajaran Satpol PP Balangan, Polres Balangan, Polsek Paringin dan Koramil Paringin.
(banjarmasinpost.co,id/isti rohayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/tesrapid.jpg)