Berita Banjarmasin
VIDEO Penyeberangan Feri Alalak Tetap Beroperasi Melayani Warga
Pengemudi kapal feri mengakui memang sedang terjadi penurunan pendapatan di bulan ramadhan ini akibat adanya pandemi Covid-19
Penulis: Kristin Juli Saputri | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penyeberangan feri yang mengangkut warga tetap beroperasi di tengah pandemi. Pasalnya alat transportasi penghubung dari satu tempat ke tempat lain ini adalah satu-satunya penolong warga di Banjarmasin utamanya di daerah Alalak Utara, Kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Meski tak terlalu nampak terjadi penurunan penumpang, tetapi Sapwani (29), pengemudi kapal feri mengakui memang sedang terjadi penurunan pendapatan di bulan ramadhan ini akibat adanya pandemi Covid-19.
"Di bulan ramadhan tahun-tahun sebelumnya, terjadi kenaikan pendapatan. Apalagi di malam hari raya Idul Fitri, warga berbondong-bondong menuju ke Kota Banjarmasin untuk merayakan malam takbir, " ucap Sapwani (29), pengemudi kapal feri, Rabu (20/05/2020).
• VIDEO Bantuan Sembako untuk Dua Keluarga ODP di Kelurahan Gadang Banjarmasin
• Video Tata Cara Shalat Idul Fitri 1441 H Saat Pandemi Covid-19 Berdasarkan Fatwa MUI
• VIDEO Pos PSBB Kabupaten Banjar Ini Dilintasi Pengendara dari Kalteng
Ia mengatakan sangat berbeda dengan tahun ini, pendapatan penyebarangan kapal motor ini mengalami penurunan 20-25 persen. Biasanya dalam sehari ia memperoleh uang sebanyak Rp 800 ribu, tetapi adanya pandemi paling banyak ia hanya mendapat Rp 600 ribu.
Sapwani mengatakan penurunan pendapatan berasal dari tidak adanya anak sekolah yang menggunakan penyeberangan kapal feri. Adanya wabah Corona ini membuat anak sekolah diliburkan sehingga berdampak pada pendapatannya.
Kapal feri penyeberangan ke Pulau Sewangi, Kecamatan Alalak, Barito Kuala, Kalimantan Selatan ini beroperasi dari pukul 05.00 Wita - 22.00 Wita.
Menaiki penyeberangan feri ini cukup membayar Rp 1500 bagi sepeda motor, Rp 1000 bagi sepeda tinjak, dan Rp 500 bagi pejalan kaki.
Sapwani menjelaskan tarif pembayaran ini berdasarkan banyaknya kendaraan yang dibawa bukan berdasarkan banyaknya orang yang menaiki.
"Murah meriah sekali bayarnya. Saya sering naik feri bolak balik karena banyak kegiatan, baik dengan anak ataupun suami, " ucap Nur Hasanah (43), Penumpang.
Menurut Mulyadi (35), pengemudi kapal, warga sangat memerlukan penyeberangan feri ini. Ia tak bisa membayangkan jika penyeberangan ini berhenti beroperasi.
Warga akan kebingungan untuk menyeberang ke Pulau Sewangi karena sebagian banyak orang bekerja ke Kota Banjarmasin berasal dari Pulau Sewangi.
Ditemani deburan ombak dan perahu nelayan yang berlalu lalang silih berganti, kapal penyeberangan feri ini terus mengantar penumpang baik dari dalam Kota Banjarmasin maupun dari Pulau Sewangi.
Air yang jernih menambah indahnya pemandangan di penyeberangan ini. Ditambah burung berterbangan di atas sungai membuat perasaan penumpang menjadi tenang.
Warga yang menggunakan transportasi ini juga sudah banyak memakai masker meskipun masih ada beberapa yang terlihat tidak menggunakannya.
(Banjarmasinpost.co.id/Kristin Juli Saputri)