Berita Banjarmasin

Gagal Mudik, Perantau Asal Jombang Ini Silaturahmi Lewat Video Call

Partono seorang perantau asal Jombang tterpaksa tidak bisa melakukan tradisi mudik yang setiap tahun dilakukannya.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Hari Widodo
banjamasinpost.co.id/stanislaus sene
Partono bersama istri dan Anaknya gagal mudik karena Covid-19. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seorang perantau asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur bernama Partono membagikan kisahnya yang gagal mudik Lebaran akibat pandemi Covid-19.

Pria sapaan No pemilik Tahu Tek Di Kawasan Sultan Adam Banjarmasin ini mengaku tidak mudik tahun ini karena mengikuti imbauan dari pemerintah tentang bahanya penyebaran virus Corona.

Selain itu, orangtua No yang tinggal di Jombang, Jawa Timur, juga melarangnya untuk mudik tahun ini.

"Selain adanya larangan atau anjuran dari pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, saya juga ada larangan dari orangtua untuk tetap di Banjarmasin dan tidak pulang, terutama bapak saya," katanya saat ditemui Banjarmasinpost.co.id, (Jumat,22/5/2020).

Warga Tala Dukung Pemerintah Larang ASN Mudik Maupun Lakukan ini

Dokter Tirta Kasih Selamat Buat Para Pemudik di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Maksud Sebenarnya

Angkutan Asal Kalsel Menuju Palangkaraya Sembunyikan Pemudik di Tumpukan Barang

"Karena saya ada di daerah yang masuk ke zona merah penyebaran covid-19 dan penularannya sangat berbahaya," tuturnya.

No mengatakan, baik dia maupun orang tuanya khawatir karena dengan mudik justru akan berakibat pada penyebaran virus corona ini.

Meskipun mengaku sedih tidak dapat berjumpa dengan orangtua di Lebaran tahun ini, namun No merasa cukup senang karena teknologi dapat memudahkannya untuk berkomunikasi dengan orangtua dan keluarga.

"Saya masih bisa berkomunikasi karena media sekarang bisa video call, telpon, yang bisa digunakan untuk silaturahim bareng keluarga," ujarnya.

Ia pun mengimbau supaya masyarakat juga mematuhi larangan pemerintah untuk tidak mudik tahun ini. Ia yakin, dengan tidak mudik, penyebaran Covid-19 dapat ditekan sehingga mempercepat selesainya pandemi ini.

"Buat temen-temen yang tidak bisa mudik jangan menganggap ini sebuah bencana, tapi kalau misalnya mudik belum tentu juga diterima di kampung," ujarnya.

"Dari pada jumpa fisik terus membawa bencana buat keluarga lebih baik saat ini bertahan dulu," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menetapkan larangan mudik bagi seluruh masyarakat perantauan ke kampung halaman masing-masing.

Keputusan itu disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Selasa (21/4/2020) lalu.

Kepada keluarganya di kampung halaman, No berpesan tetap jaga kesehatan untuk orangtua dan kluarga besar yang lain, semoga tahun yang lain kita masih bisa di pertemukan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved