Berita Tanahlaut

Perihal BLT di Tanahlaut, Sukamta Kerap Dijapri Warga, Begini Isinya

Keluhan tersebut sebagian beredar di media sosial (sosmed) seperti melalui status atau komentar di Facebook.

Tayang:
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Warga miskin di Kecamatan Bajuin ini terhari saat menerima BLT DD yang diiserahkan Bupati Tala H Sukamta, beberapa hari lalu. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Hiruk-pikuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) saat ini mulai terselubungi nada minor.

Sebagian penerima disebut-sebut tak layak menerima.

Bupati Tanahlaut (Tala) H Sukamta pun mengaku mulai kerap mendapat keluhan seperti itu.

Keluhan tersebut sebagian beredar di media sosial (sosmed) seperti melalui status atau komentar di Facebook.

Bahkan sebagian juga ada yang menghubunginya secara pribadi di akun Facebook (FB)-nya.

Termasuk melalui personal chat atau japri ke nomor social chat-nya seperti di WhatApps (WA).

Foto Seksinya Hanya Pakai Bikini di Balik APD Transparan Viral, Perawat di Rusia Syok dan Ketakutan

70 Referensi Ucapan Selamat Idul Fitri 1441 H, Kata Mutiara Lebaran 2020 di Tengah Wabah Covid-19

Dokter Tirta Kasih Selamat Buat Para Pemudik di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Maksud Sebenarnya

"Banyak yang menjapri saya di FB atau WA. Tapi, gak bisa menunjukkan data detail ketika saya minta datanya. Siapa nama dan alamat si penerima yang disebut tidak tepat sasaran atau tentang warga miskin yang disebut tidak mendapat bantuan," papar Sukamta, Jumat (22/5/2020).

Karena itu ia berharap jika ada indikasi bantuan tidak tepat sasaran, warga dapat melaporkan hal tersebut kepada RT/ RW dan pemerintah desa.

Tentu disertai data nama dan alamat secara lengkap.

Sukamta menerangkan proses pendataan penerima BLT DD telah melalui proses musyawarah desa.

Artinya nama-nama penerima bantuan telah dimusyawarahkan oleh berbagai pihak di tingkat desa yakni musyawarah desa (musdes).

"Semuanya datanya kan melalui musdes. Misal pihak desa mengajukan satu nama, namun nama itu dianggap tidak layak menerima, maka saat musdes bisa dicoret. Data ini bukan cuma dari kades atau aparat desa, tapi juga melalui musdes yang disetujui berbagai pihak" tandasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan kalau ada masyarakat yang memiliki handphone android dan masih suka bermain medsos, orang-orang seperti ini memang tidak layak menerima BLT DD.

Hal yang membuatnya geli, kadang ada saja orang yang masih kerap Facebook-an pakai handphone android, tapi koar-koar minta dimasukkan ke dalam daftar penerima BLT.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved