Berita Tanahlaut

Rumah Bersahaja Belum Tentu Dapat BLT, Begini yang Dilihat Bupati Tala

Bupati Tala pernah menemukan warga yang rumahnya tidak layak namun ternyata memiliki kebun karet luas dan banyak sapi.

Tayang:
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY
Perwakilan warga di Kecamatan Batibati senang menerima BLT DD yang diserahkan Wabup Tala Abdi Rahman, beberapa hari lalu. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Beragam jenis bantuan pemerintah, salah satunya Bantuan Langsung Tunai saat sedang gencar-gencarnya mengalir ke Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Termasuk BLT DD (dana desa) yang sejak sepekan lalu juga mulain gencar disalurkan pemerintah desa di Tala. Sasaran BLT DD adalah warga miskin yang tidak masuk daftar penerima bantuan dari pemerintah pusat seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai, dan lainnya.

Penerima BLT DD adalah warga miskin. Umumnya publik mengukur kemiskinan warga dengan hal yang kasat mata seperti kondisi rumah yang sederhana atau bersahaja.

Padahal kesederhanaan tempat tinggal seseorang tak selalu linier dengan kondisi ekonomi atau taraf hidup. Hal inilah yang pernah dilihat sendiri oleh Bupati Tala H Sukamta.

"Suatu ketika saya pernah menemukan salah seorang warga yang rumahnya tidak layak. Namun ternyata penghuni rumah itu memiliki kebun karet seluas sembilan hektare dan punya 10 ekor sapi," beber Sukamta, Minggu (24/5/2020).

Warga Pelaihari di Kawasan Ini Khusyuk Salat Ied, Begini Suasananya

Kamar Mayat Eks RSHB Pelaihari Disulap Jadi Ruang Karantina, Khusus bagi Warga yang Bandel

VIDEO Ibu Rumah Tangga di Tala Punya Penghasilan Tambahan dari Keterampilan Baru

Warga Tala Dukung Pemerintah Larang ASN Mudik Maupun Lakukan ini

Wabup Tala Minta Aparatur ini Awasi Warga Agar Tak Nongkrong di Luar Rumah

Karena itu publik mesti bijak menyimapi sesuatu, tidak cepat menyimpulkan sebelum mengetahui kondisi yang sesungguhnya. Apalagi saat ini mulai kerap muncul suara minor yang menyebut BLT tak tepat atau salah sasaran.

Orang nomor satu di Bumi Tuntung Pandang ini mengatakan penetapan nama-nama penerima BLT DD sebelumnya telah melalui pembahasan bersama di tingkat desa yang melibatkan banyak pihak. Termasuk rukun tetangga (RT).

Jika ada yang tak layak namun masuk daftar usulan, pasti pada pembahasan tersebut akan dicoret. Pasalnya pembahasan dilakukan secara terbuka dan disepakati bersama berdasar kriteria yang telah ditetapkan pemerintah.

Sukamta mengatakan jika ada yang mendapati fakta di lapangan yakni orang mampu namun masuk daftar penerima, hendaknya dilaporkan ke RT maupun pemerintah desa guna cross check secara cepat.

Penegasan tersebut beberapa kali juga disampaikan Sukamta saat menghadiri penyaluran BLT DD di sejumlah desa di Tala. Seperti pada penyaluran BLT DD di Kecamatan Batibati, dua hari lalu.

Ada delapan desa di Kecamatan Batibati yang menyalurkan BLT DD secara bersamaan. Delapan desa tersebut yakni Kaitkait, Banyuirang, Bentok Kampung, Sambangan, Lianganggang, Ujungbaru, Ujung, dan Benuaraya.

Secara keseluruhan, terdata 685 kepala keluarga (KK) yang menerima bantuan di delapan desa tersebut. Rinciannya, untuk Desa Kaitkait sebanyak 92 KK, Banyuorang 100 KK, Bentok Kampung 96 KK, Sambangan 32 KK, Lianganggang 41 KK, Ujungbaru 141 KK, Benuaraya 103 KK, dan Desa Ujung 80 KK.

Sukamta, Bupati Tanhalaut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (23/4/2200).
Sukamta, Bupati Tanhalaut (Tala), Provinsi Kalimantan Selatan. (BANJARMASINPOST.CO.ID/ROY)

Sukamta mengatakan sesuai instruksi presiden BLT DD harus disalurkan sebelum hari raya Idulfitri. Dari sejumlah bantuan sosial yang telah disalurkan, tak kurang mencapai Rp 20 miliar yang telah meluncur ke Tala.

Ditegaskannya, BLT DD bertujuan untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari dengan harapan tidak ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya. Bahkan penyaluran BLT sudah melalui musyawarah desa untuk menentukan siapa yang berhak menerima BLT tersebut.

(Banjarmasinpost.co.id/Roy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved