Wabah Corona di Kalsel

Kamar Mayat Eks RSHB Pelaihari Disulap Jadi Ruang Karantina, Khusus bagi Warga yang Bandel

Wakil Ketua GTPP Covid-19 Tala mengatakan kamar mayat tersebut ditata sedemikian rupa sehingga layak digunakan untuk tempat isolasi dan perawatan.

ISTIMEWA/DEDY
Wabup Tala Abdi Rahman (kanan) saat meninjau kamar mayat di eks RSUD HB, tiga hari lalu. Kamar ini akan digunakan untuk kamar karantina pasien reaktif covid. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Gencarnya rapid test yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut berimbas pada lonjakan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Mereka yang hasil tes cepatnya reaktif itu pun ditempatkan di eks RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.

Hal tersebut karena mereka berpotensi mengidap virus corona dan menularkannya kepada orang lain.

Kendati demikian masih banyak warga yang berkerumun dan tidak mematuhi aturan pemerintah.

Hal ini membuat Pemkab Tala geram dan menyiapkan ruangan karantina khusus bagi mereka yang bandel.

Lafadz Niat dan Cara Shalat Idul Fitri di Rumah Saat Pandemi Virus Corona

Dampak Pelonggaran PSBB, Ahli : Tercipta Klaster Baru Hingga Pelacakan Kontak

Cara Tambah Pahala di Bulan Syawal 1441 H, Ini Amalan Sunnah Sesudah dan Sebelum Shalat Idul Fitri

“Ya, sekarang kami sedang menyulap kamar mayat di eks RSUD Hadji Boejasin untuk karantina orang-orang yang masih bandel, yang masih saja nongkrong di warung-warung atau di tempat lainnya,” ucap Wakil Bupati Abdi Rahman, Jumat (22/5).

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tala ini mengatakan kamar mayat tersebut ditata sedemikian rupa sehingga layak digunakan untuk tempat isolasi dan perawatan.

Pelang bertuliskan kamar mayat yang terpajang di atas pintu depan juga dilepas.

Di tempat ini, penghuninya akan menjalani isolasi selama 14 hari.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved