Tradisi Urang Banjar Maayun Anak

Beginilah Senandung Urang Banjar Mengantar Anak Tidur di Ayunan

Ada berbagai macam lirik yang dilantunkan para ibu saat menidurkan anak, biasanya iramanya hampir serupa, panjang-pendek melantun merdu.

Penulis: Salmah | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/salmah
Tradisi Banjar baayun anak 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Salah satu cara menidurkan anak adalah dengan bersenandung.

Ya, alunan lembut dari orangtua, biasanya ibu, akan mengantarkan anak semakin mengantuk dan tertidur.

Begitupula ketika menidurkan anak dalam ayunan, dalam tradisi masyarakat Banjar, Kalsel, bersenandung untuk menidurkan anak adalah sebuah kelaziman dan menjadi kebiasaan turun-temurun.

Diawali ketika anak ditempatkan di ayunan, kemudian ibu menarik ujung kain ayunan di posisi kaki anak dan melepasnya perlahan agar berayun-ayun.

Selanjutnya jika anak masih belum menutup mata, ibu akan bersenandung.

Tradisi Urang Banjar Maayun Anak, Ayunan Tradisional Masih Disukai Meski ada yang Modern

Maayun Anak Berawal dari Tradisi Dayak yang Diadopsi Urang Banjar

Baayun Maulid, Mengayun Anak Secara Massal saat Maulid Rasulullah

Suasana senyap, ditambah alunan merdu dari si ibu membuat anak cepat terpejam dan tak lama kemudian larut dalam tidur yang nyaman.

Ada berbagai macam lirik yang dilantunkan para ibu saat menidurkan anak.

Namun biasanya iramanya hampir serupa, panjang-pendek melantun merdu.

Riya, ibu rumah tangga warga Jl Guntung Manggis, Banjarbaru, biasanya melantunkan lirik yang beragam, antara lain berbahasa Banjar maupun shalawat nabi dan syair pujian kepada nabi.

"Kalau bahasa Banjar, Yuuun...aaayuuun...anakku saayaang, guringakan (tidurkan) dalam aaayuunaaaan, itu yang lirik pendek dan dilantunkan berulang-ulang," ungkap ibu 1 putri dan mengasuh 5 keponakan ini.

Sementara lirik lain, sambung Riya, berupa shalawat yaitu; allahuma... sholli ala Muhammad...yaa Robbi sholli alaihi wasallim... atau kalimat tauhid; laailahailallah...muhammadarasulullah... juga secara berulang-ulang.

"Bisa juga paduan shalawat dan lirik Banjar. Ya, tergantung kita sebagai orangtua bagaimana melantukan. Pastinya semua itu dilantunkan secara lembut, penuh kasih sayang, agar anak cepat terlelap," tukas Riya.

Esensinya juga, lanjut Riya, lantunan ibu juga menyelipkan doa dan harapan agar anak tumbuh menjadi insan yang terpuji dan bertakwa kepada Allah SWT.

Berikutnya, teknik mengayun anak berupa bapukung. Bagi yang belum paham, mari kita simak penjelasannya pada tulisan lainnya tentang baayun ala Banjar ini.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved