Berita Banjarbaru

Disdikbud Kalsel Perpanjang Masa Belajar di Rumah

Pasien positif Covid-19 cenderung meningkat setiap hari dan semua daerah telah menjadi zona merah membuat Disdikbud perpanjang masa belajar di rumah.

BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Kepala Disdikbud Kalsel, HM Yusuf Effendi 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Meski tanggap darurat tidak diperpanjang lagi, berakhir Jumat (29/5/2020), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan sudah memutuskan untuk tetap memperpanjang masa belajar di rumah.

"Kami putuskan perpanjang masa belajar di rumah setelah melakukan rapat bersama antara Disdikbud Kalsel, MKKS SMA, MKKS SMK serta MKKS SMP tingkat provinsi," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Kalsel, HM Yusuf Effendi, Senin (1/6/2020).

Pihaknya bersepakat sistem pembelajaran dengan sistem daring belajar di rumah dilanjutkan, mulai 30 Mei 2020 hingga 14 hari kedepan.

Terlebih, kasus pasien dalam perawatan (PDP) dan pasien positif Covid-19 yang cenderung meningkat setiap hari.

Ditambah, dari 13 daerah  di Kalsel merupakan zona merah atau tidak ada lagi daerah yang terbebas dari penyebaran Covid-19.

UPDATE Covid-19 Kalsel: Tambahan 30 Positif Corona, 11 Pasien dari Banjarmasin

Perhotelan Siapkan Diri Hadapi New Normal, Begini Tanggapan Pihak PHRI Kalsel

Kalsel Jangan Terburu Terapkan New Normal, Anggota Komisi II DPRD Kalsel Khawatirkan Kondisi Ini

Kemenag Kalsel Perintahkan Edaran Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah Ditindaklanjuti

Rapat Penanganan Covid-19 Kalsel, Tim Terpadu Turun ke Tempat Keramaian untuk Lakukan ini

Sedangkan mengenai sekenario new normal atau kenromalan baru, menurut Kadisdikbud Kalsel, HM Yusuf Effendi, tetap akan melihat perkembangan dan arahan dari Kemendikbud, mengenai kapan waktu siswa kembali ke sekolah.

"Sistem pembelajaran akan kembali ke sekolah, apabila adanya keputusan dari Menteri Pendidikan," kata Hm Yusuf Effendi.

Diuraikan Yusuf Effendi, setelah koordinasi secara virtual bersama Plt Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Hamid Muhammad, ada tiga skenario anak-anak dapat kembali ke sekolah.

Disebutkannya, yakni pada bulan Juni-Juli, September atau opsi ketiga di bulan Desember mendatang.

Hal itupun akan kembali melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pusat, mengenai pembagian wilayah zona merah dan zona hijau.

Situasi di Kalsel, dijelaskan HM Yusuf Effendi, hingga saat ini termasuk dalam zona merah semua Sebab, sudah ada kasus positif Covid-19 yang terjadi.

"Nah, penerapan new normal, hingga saat ini masih dalam tahap wacana, Namun apabila benar diterapkan, maka sekolah akan beradaptasi, seperti mengurangi jumlah murid di dalam satu kelas dengan berbagai skema," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved