Berita Tanahlaut

Kekurangan Guru Agama dan Guru Olahraga, Langkah Ini yang Ditempuh Disdikbud Tanahlaut

Kabupaten Tanahlaut masih kekurangan tenaga pendidik atau guru. Terutama guru agama dan olahraga atau penjaskes.

banjarmasinpost.co.id/Idda Royani
Jamaluddin, plt Kepala Kadisdikbud Tala 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kabupaten Tanahlaut masih kekurangan tenaga pendidik atau guru. Terutama guru agama dan olahraga atau penjaskes.

Hal tersebut juga menjadi perhatian kalangan wali murid di daerah ini. Umumnya berharap agar pemerintah daerah melakukan perekrutan guru agama dan olahraga secara khusus.

"Biasanya kalau tak ada guru agama atau guru olahraga, cuma diisi seadanya oleh guru kelas atau guru mata pelajaran lainnya," sebut Zainal, warga Pelaihari, Rabu (3/6/2020).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Disdikbud Tanahlaut, Jamaluddin ketika dikinformasi mengakui hingga saat ini kabupaten Tanahlaut masih banyak kekurangan guru agama dan guru olahraga atau penjaskes.

Selama ini, jelasnya, sekolah-sekolah yang tak memiliki guru agama/penjaskes umumnya memanfaatkan guru kelas atau guru mata pelajaran lain untuk merangkap sebagai guru agama/penjaskes.

Harga Emas Merosot, Pembelian Emas Antam dan Perhiasan Meningkat

Lion Air Hentikan Sementara Penerbangan Komersial Penumpang Mulai 5 Juni, Ini Ternyata Alasannya

Cara Pemegang KIP untuk Mendaftar UTBK-SBMPTN 2020 via ltmpt.ac.id, Ini Alur Pendaftaran Lengkapnya

Cara Aktivasi Paket Internet Murah Telkomsel 10 GB Cuma Rp 4.500, Kuota Gratis 30 GB XL, Indosat Ada

"Pihak sekolah kami perkenankan merekrut guru honor tapi mesti melalui persetujuan kami (Disdikbud)," tegas Jamaluddin.

Pengetatan melalui persetujuan disdikbud itu dilakukan demi memastikan pengangkatan guru honorer baru benar-benar sesuai kebutuhan. "Misal yang diperlukan guru agama dan penjaskes, jangan malah merekrut guru kelas atau guru mata pelajaran lain," tandasnya.

Tidak diperkenankan pula mengangkat guru honor guru kelas atau guru mata pelajaran lainnya yang sebenarnya telah tercukupi oleh tenaga guru yang ada. Misal guru kelas telah enam orang sesuai jumlah rombongan belajar, maka tak boleh lagi mengangkat guru kelas tambahan.

Lebih lanjut ia menuturkan dari jumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tanahlaut, sebanyak 242 (236 negeri, 6 swasta), baru sekitar 39 sekolah yang memiliki guru agama dan guru penjaskes. Sedangkan jenjang SMP, dari 52 sekolah (46 negeri, 6 swasta) baru sekitar sepuluh sekolah yang memiliki guru agama dan penjaskes.

(banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved