Kisah Pelatih Merangkap Atlet di Kalsel

Kisah Bambang Menjadi Atlet Binaraga, Terinspirasi Poster Pemeran Terminator ini

Bambang menjadi atlet binaraga ini cukup lama mulai tahun 1982 atau waktu itu umur 7 atau 8 tahun kelas 2 Sekolah Dasar (SD).

istimewa
Bambang Binaraga 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Nama Bambang Hariyanto dulu sejajar dengan beberapa atlet binaraga asal Banua lainnya seperti Nico Wambaki.

Beberapa kali di ajang kejuaraan nasional keduanya meraih prestasi membanggakan.

Walau tidak muda lagi Bambang tetap terus berkarier sebagai atlet binaraga Banua.

Dia juga kini menyambi sebagai pelatih bahkan dipercaya menjadi ketua Pengurus Kabupaten Persatuan Angkat Besi Binaraga dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Hulu Sungai Selatan.

Dulu Panahan Berjaya, Kini Ali Merangkap Jadi Pelatih Sekaligus Atlet di Tanah Bumbu

Herry Tularkan Semangat Bermain Bridge ke Para Junior di Tanahlaut

Yusfiansyah Sukses Bawa Karate Kalsel hingga ke Event Mancanegara

Di bawah komando Ketua PABBSI HSS yang baru, yang juga atlet binaragawan andalan Banua, Bambang Hariyanto, latihan tetap digelar saat sore ketika bulan puasa lalu.

Hanya saja, kata prajurit berpangkat Serda yang kini bertugas di Kodim 1003/Kandangan ini latihan sedikit di kurangi volume bebannya dan menyesuaikan kemampuan atlet.

"Latihannya ada di BFC kandangan," kata dia.

Latihan ini dipersiapkan untuk pelaksanaan kejuaraan provinsi (Kejurprov) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2021 dimana HSS sebagai tuan rumah.

Selain sebagai pengurus, Bambang merupakan atlet andalan Kalsel.

Bambang menjadi atlet binaraga ini cukup lama mulai tahun 1982 atau waktu itu umur 7 atau 8 tahun kelas 2 Sekolah Dasar (SD).

"Di situlah saya ada kemauan keras untuk menjadi seorang tentara yang berbadan kekar, waktu itu saya melihat postingan poster Arnold Schwarzenegger nah dari situlah pintu hati saya terketuk saya ingin seperti dia," kata Bambang.

Tepat pada 1995 Bambang masuk tentara dididik di Gunung Kupang waktu itu dia masuk tamtama.

Dari situlah dia sudah mandiri karena ada rezeki cukup untuk membiayai makan kebutuhan gizi.

banjarmasinpost/Khairil Rahim

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved