Kalselpedia

Kalselpedia: Mengenal Para Tokoh di Kompleks Makam Sultan Suriansyah

Di Makam Sultan Suriansyah di Kota Banjarmasin terdapat makam anggota Kerajaan Banjar lainnya sehingga banyak tersimpan cerita sejarah di sana.

Penulis: Kristin Juli Saputri | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/KRISTIN JULI SAPUTRI
Makam Sultan Suriansyah di Jalan Pangeran, Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (7/6/2020). 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Makam Sultan Suriansyah yang berada di Jalan Pangeran, Kelurahan Kuin Utara,  Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menyimpan banyak cerita sejarah.

Makam Sultan Suriansyah ini adalah kuburan Raja Banjar Pertama yang memeluk Islam di Bumi Lambung Mangkurat.

Sultan Suriansyah sendiri merupakan pendiri sekaligus Raja Pertama dari Kerajaan Banjar yang memerintah dari tahun 1526 Masehi sampai dengan 1550 Masehi.

Ketika kecil Sultan Suriansyah memiliki nama panggilan Raden Samudera. Setelah diangkat menjadi Raja nama beliau menjadi Pangeran Samudera. Barulah setelah memeluk agama Islam nama beliau menjadi Sultan Suriansyah.

VIDEO Ziarah ke Makam Sultan Adam, Raja Banjar Terakhir di Kalsel

Peziarah Makam Sultan Sultan Suriansyah Sering Penasaran Asal Usul Batu Bata

Beliau juga memiliki gelar lain yaitu Panembahan atau Susuhan Batu Habang. Gelar Panembahan atau Susuhan Batu Habang itu berasal dari warna merah atau habang (dalam bahasa banjar), yang terdapat pada batu bata yang menutupi makamnya di Komplek Makam Sultan Suriansyah.

Di dalam komplek makam ini juga terdapat 15 makam lain, yaitu Ratu Intan Sari, Sultan Rahmatullah, Sultan Hidayatullah, Khatib Dayan, Patih Kuin, Patih Masih, Senopati Antakusuma, Syekh Abdul Malik, Haji Sa'anah, Pangeran Ahmad, Pangeran Muhammad, Sayyid Ahmad Iderus, Gusti Muhammad Arsyad, Kiai Datu Bukasim, Anak Tionghoa Muslim.

Ratu Intan sari adalah ibu kandung Sultan Suriansyah. Ratu intan Sari meninggal pada awal abad ke-16.

Sultan Suriansyah memiliki seorang putra bernama Sultan Rahmatullah, dia Raja Banjar kedua bergelar Susuhunan Batu Putih dengan periode masa pemerintahan dari tahun 1550-1570.

Begaya Kunjungi Makam Sultan Suriansyah, Ternyata Kenalkan Sejarah Kesultanan Banjar

Lokasi Baru Pasar Terapung Kini Ada di Depan Dermaga Makam Sultan Suriansyah

Sultan Rahmatullah mempunyai anak bernama Sultan Hidayatullah yang menjadi Raja Banjar ketiga. Sultan Hidayatullah, cucu dari Sultan Suriansyah itu memiliki gelar Susuhunan Batu Irang. Ia memimpin pemerintahan dari tahun 1570 sampai dengan 1595.

Khatib Dayan merupakan keturunan Sunan Gunung Jati dari Cirebon, Jawa Barat. Ia menyampaikan syiar-syiar Islam dengan kitab pegangan Surat Layang Kalimah Sada di dalam bahasa Jawa. Ia seorang ulama dan pahlawan yang telah mengembangkan dan menyebarkan Islam di Kerajaan Banjar sampai akhir hayatnya.

Patih Kuin merupakan Kepala Kampung Kuin yang bertetangga dengan kampung Banjarmasih. Ketika itu ia telah menemukan Raden Samudera dan merawatnya sebagai anak angkat. Patin Kuin meninggal pada abad ke-16.

Kompleks makam Sultan Suriansyah, Minggu (7/6/2020).
Kompleks makam Sultan Suriansyah, Minggu (7/6/2020). (BANJARMASINPOST.CO.ID/KRISTIN JULI SAPUTRI)

Sedangkan Patih Masih adalah kepala kampung Banjarmasih. Patih Masih memiliki nama panggilan Kiai Masih. Ia juga meninggal pada sekitar awal abad ke-16.

Senopati Antakusuma juga merupakan cucu dari Sultan Suriansyah. Menjadi seorang panglima perang yang sangat pemberani di Kerajaan Banjar, ia diberi gelar Hulubalang Kerajaan. Pada awal abad ke-16 ia pun meninggal dunia.

Syekh Abdul Malik meninggal pada tahun 1640.Pemilik nama panggilan Haji Batu itu merupakan seorang ulama besar di Kerajaan Banjar pada masa pemerintahan Syultan Rahmatullah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved