Berita Kotabaru
Leding macet, Ardiansyah Tiga Hari Mandi di Sungai
Sudah tiga hari ini leding di Kotabaru macet. Ardiansyah warga sigam pun terpaksa mandi di sungai
Penulis: Herliansyah | Editor: Hari Widodo
Editor : Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Musim hujan serasa kemarau. Kondisi itu terbenak dipikiran Ardiansyah, warga Jalan Raya Berangas, Desa Sigam, Kecamatan Pulaulaut Sigam.
Sudah tiga hari ini, bahkan ia dan keluarga (istri/anak) terpaksa mandi di sungai.
Rutinitas mandi dan mencuci terpaksa dilakukan di sungai berjarak ratusan meter dari rumah, lantaran air leding dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak mengalir.
"Tidak tahu kenapa tidak mengalir. Sudah tiga hari ini mandi di sungai,"keluh Ardiansyah kepada banjarmasinpost.co.id melalui telepon genggamnya, Minggu (7/6/2020).
• Jembatan Pelabuhan Rusak di Kabupaten Kotabaru, Dua Dinas Saling Tunjuk
• Waket Komisi III DPRD Kotabaru Usulkan Pemerintah Subsidi Internet Siswa Belajar Daring
• NEWSVIDEO, Kasus Covid 19 Kotabaru Melejit, Pasien Positif Bertambah 13 Orang
Menurut Ardiansyah, sebelum macet total selama tiga hari ini. Dalam beberapa minggu, air sempat tidak mengalir normal melalui jaringan pipanisasi PDAM tersebut.
"Tidak normal, karena nanti mengalir nanti mati. Hari ini dan dua hari sebelum mati total," bebernya.
Rutinitas mandi dan mencuci terpaksa dilakukan di sungai dekat rumah. Sambil mengangkutnya untuk keperluan kakus di rumah.
"Capek rasanya mengangkut air. Belum lama barusan selesai mengangkut air. Mudah-mudahan besok sudah normal mengalir," beber Ardiansyah.
Sementara itu, Humas PDAM Kotabaru Syarwani tidak menepis terganggunya distribusi air di wilayah jalan Berangas, desa Sigam dan sekitarnya.
Menurut Syarwani, terganggunya distribusi ke pelanggan sebagian besar di wilayah itu, akibat dampak hujan deras yang terjadi sabtu sampai minggu, selain pipanisasi jaringan DAM lama mengalami patah.
• VIDEO Semangat Kebersamaan Warga Desa Megasari Kotabaru
• Guru Honorer Kabupaten Kotabaru Ini Tetap Happy Tugas di Pulau Terjauh
Pun juga disebabkan terganggungnya pendistribusian dari sumber air baku embung Tirawan, karena banyak sampah kayu-kayu pascaterjadi hujan pada Sabtu tadi.
"Untuk pipa yang patah dan pembersihan embung Tirawan sudah selesai. Dan, sudah didistribusikan ke sebagian pelanggan. Jadi proses penormalan, karena kan sempat kosong akibat patah dan hanyut," pungkas Syarwani.
(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)