Anggaran Penanganan Covid 19

Anggaran Terpangkas 50 Persen untuk Penanganan Covid-19, Pemkab Banjar Potong Masa Kontrak Honorer

Sekda Banjar, HM Hilman, mengatakan pihaknya harus memotong masa kontrak tenaga honorer dari 12 bulan menjadi sembilan bulan.

DISKOMINFOTIK DAN PERSANDIAN KABUPATEN BANJAR
Sekda Banjar, HM Hilman 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Wabah corona juga membuat Pemkab Banjar kesulitan anggaran.

Akibat pemangkasan anggaran sebesar 50 persen untuk membiayai penanganan Covid-19, Sekda Banjar, HM Hilman, mengatakan pihaknya harus memotong masa kontrak tenaga honorer dari 12 bulan menjadi sembilan bulan.

Pemkab juga harus meminjam dana dari rumah sakit sebesar Rp 10 miliar.

Hingga saat ini untuk membiaya penanganan Covid-19, pemkab sudah menghabiskan sekitar Rp 30 miliar.

Meski Anggaran Fokus Pada Penanganan Covid-19, Pemko Banjarmasin Jamin Gaji Honorer Tak Berkurang

UPDATE Covid-19 Jakarta 10 Juni 2020: Kasus Corona Bertambah 239 Pasien

Jangan Kaget! ASN Bergaji Rp 5 Juta Bisa Kena Potong Rp 325.000 Per Bulan

Itu antara lain untuk pembelian alat pelindung diri (APD), insentif tenaga medis dan penanganan pasien positif Covid-19.

Hingga saat ini di Banjar terdapat 141 kasus dan 122 orang yang masih dirawat.

Banjar kini menempati posisi terbanyak kedua di Kalsel setelah Banjarmasin.

“Biaya penanganan pasien ditanggung pemkab. Sepeser pun tidak ada yang diklaim ke BPJS,” kata Hilman.

Selain itu untuk memberikan bantuan kepada keluarga pasien hingga pemakaman korban Covid-19, Pemkab Banjar pun akan melakukan revisi APBD. (edisi cetak)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved