Breaking News:

Cerita Pembudidaya Belatung Lalat

Begini Kisah Pemuda Tabalong Merintis Budidaya Ulat Maggot, Bermula 2 Ekor Lalat BSF

Budidaya lalat maggot yang dikembangkan Hendra bermula dari 2 indukan Lalat Tentara Hitam atau Black Soldier Fly (BSF)

Penulis: Dony Usman | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Ketua Kelompok wirausaha UPAYA binaan JikaMaka Ampuh, Hendra Serda Alinda Putra memperlihatkan ulat maggot yang masih proses pembesaran 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Indukan Lalat Tentara Hitam atau Black Soldier Fly (BSF) yang dimiliki Hendra Serda Alinda Putra dan kawan-kawan saat ini jumlahnya sudah cukup banyak.

Padahal di awal-awal memulai belajar di tahun 2018, indukan Lalat BSF yang dimiliki hanya ada dua ekor.

Itu didapat dari sekitar rumahnya di Jalan Bangun Sari RT09, Kelurahan Belimbing Raya, Kecamatan Murungpudak, Kabupaten Tabalong, Kalsel.

Diceritakan ketua Kelompok wirausaha UPAYA binaan JikaMaka Ampuh, Hendra Serda Alinda Putra, bibit lalat BSF pertama didapatkan sendiri dari alam dengan cara dipancing menggunakan dedak yang dipermentasi.

Belajar Otodidak di Internet, 4 Pemuda di Tabalong Ini Sukses Budidaya Ulat Maggot

Sebagian Kaum Hawa Menganggap Ulat Binatang Menggelikan, bagi Maulina Justru Mendatangkan Untung

VIDEO Usaha Budidaya Ulat Bumbung yang Bisa Mendatangkan Rupiah, Jangan Geli Ya!

"Pertama ada dua lalat yang datang dan menaruh telur di tempat jebakan yang kami buat, dari situ kami kembangkan hingga bertambah banyak seperti sekarang," ujar Hendra yang sehari-harinya mengolah sampah organik ini.

Lalat BSF yang menghasilkan belatung ini terpancing karena mencium aroma dedak yang sudah melalui proses permentasi.

Ketika awal dengan dua indukan, imbuh Hendra, hanya bisa mendapatkan ulat maggotnya kurang dari satu kilogram dan semuanya kemudian langsung dijadikan indukan.

Dari situ kemudian bisa mendapatkan telur lalat BSF sekitar dua gram dan bisa dikembangkan menjadi empat kilogram ulat maggot yang kemudian dijadikan indukan lagi hingga akhinya dapatkan 20-50 gram telur sehari.

Positif Covid-19 di Tabalong, Satu Keluarga Jalani Karantina Mandiri

Dengan panen 20-50 gram sehari, maka dalam sebulan kelompok wirausaha UPAYA binaan program JikaMaka Ampuh ini bisa mengembangkan menjadi sekitar 100 kilogram ulat maggot.

"Harga jualnya Rp 100 ribu perkilogram untuk maggot, dan untuk telurnya Rp 10 ribu pergram, ini kalau dikembangkan bisa jadi dua sampai tiga kilo maggot," ungkapnya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved